• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Refleksi Demokrasi Pilkada 2024: Menyelami Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz

23 Juli 2024 by wah Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Menyelami Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Foto: The Companion

Sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi asas demokrasi, Indonesia akan dihadapkan dengan tahun politik dalam lima tahun sekali. Beberapa waktu lalu kita telah melaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan anggota Legislatif. Dan sekarang kita masuk dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilgub dan Pilbub/Pilwali).

Tahun politik (baca: pemilu) merupakan ajang representatif demokratis dalam domain politik kenegaraan. Hegemoni orkestrasi politik di tahun itu akan besar di tengah lapisan sosial. Masyarakat akan turut menyemarakkan pesta demokrasi. Fenomena seperti itu merupakan sesuatu yang lazim dan integral dalam aspek kenegaraan.

Secara normatif, pesta demokrasi adalah wujud implementatif akan hak kedaulatan rakyat. Hal ini sesuai atas apa yang tertuang dalam UUD Pasal 1 ayat (2), yang menyatakan bahwa: “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. 

Adapun interpretasi frasa “kedaulatan berada di tangan rakyat”, dalam penjelasan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, adalah; bahwa rakyat memiliki kedaulatan, tanggung jawab, hak dan kewajiban untuk secara demokratis memilih pemimpin yang akan membentuk pemerintahan guna mengurus dan melayani seluruh lapisan masyarakat, serta memilih wakil rakyat untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

Pesan-Pesan Menggugah Umar Bin Abdul Aziz

“Inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun”

Adalah pesan pertama yang ia ucapkan ketika mendengar dirinya diangkat menjadi Khalifah. Ia begitu menyadari, bahwa kekuasaan itu hanyalah sebuah titipan yang kelak akan berakhir dan harus dipertanggungjawabkan. Seketika, ia berubah dari dari seorang pemuda yang gemar berfoya-foya menjadi pemimpin yang zuhud.

Sekembalinya Umar dari mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik (Khalifah sebelumnya), raut wajahnya terlihat cemas. Seorang pembantunya berkata, “Apakah karena jabatan ini engkau cemas?”, Umar menjawab, “Celaka kamu! Bagaimana aku tidak cemas, karena tidak ada seorang pun dari penduduk di barat dan di timur, melainkan mereka akan menuntut kepadaku hak-haknya, baik tertulis ataupun tidak.” Dalam riwayat yang lain, Umar menjawab, “Orang dalam posisi sepertiku ini sudah seharusnya bersedih dan berwajah cemas. Sungguh, aku ingin mengembalikan semua hak umat ini tanpa mereka harus menulis surat permohonan kepadaku.”

Ungkapan tersebut betul-betul menunjukkan kesadarannya atas tanggung jawab seorang pemimpin, sehingga menjadikan dirinya sebagai “pelayan” yang senantiasa mendahulukan kepentingan rakyatnya.

Umar mengakui, bahwa ia tak pernah menginginkan untuk menjadi Khalifah, “Demi Allah, sungguh aku tak pernah satu kali pun memohon perkara ini kepada Allah.”

Dalam pidato pengangkatannya sebagai Khalifah, ia menyampaikan bagaimana hakikatnya seorang pemimpin di dalam sistem Islam – yaitu sebagai pelaksana syariat, dan bukan pembuat syariat, “Saudara-saudara hadirin, sesungguhnya tidak ada kitab suci setelah Al-Qur’an dan tidak ada nabi setelah Muhammad. Ketahuilah, bahwa aku bukanlah pembuat undang-undang, melainkan hanya pelaksana. Aku bukan pula pembuat ajaran-ajaran baru (bid’ah), melainkan hanya pengikut. Aku bukan orang yang terbaik di antara kalian, tetapi justru akulah yang memikul beban demikian berat. Sesungguhnya, seseorang yang melarikan diri dari penguasa yang dzalim bukanlah orang yang dzalim. Ketahuilah, bahwa tidak ada ketaatan kepada makhluk jika ia bermaksiat.”

Ia sangat memerhatikan orang-orang yang bekerja bersamanya. Sang Amirul Mukiminin senantiasa menutup celah-celah suap, korupsi-kolusi-nepotisme dan berbagai perbuatan yang condong kepada pemanfaatan jabatan demi kepentingan golongannya.

Salah satu upaya tersebut dengan mencukupi seluruh kebutuhan pegawai pemerintah. Ia mengatakan, “Jika kebutuhan mereka telah tercukupi, mereka hanya akan disibukkan dengan mengurus kaum muslimin.” Tak lupa, Umar pun senantiasa berpesan kepada pegawai pemerintahnya untuk mengingat karunia Tuhannya, “Jauhilah kesibukan kalian jika datang waktu shalat”.

Ketika para bawahannya menulis surat kepada Umar untuk memberikan dana bagi perbaikan kota dan membacanya sebagai upaya penyalahgunaan dana dan berbuat dzalim, Umar membalas surat tersebut, “Setelah kalian membaca surat ini, jagalah kota dengan cara bersikap adil dan bersihkanlah jalannya dari kedzaliman, sebab itulah sebenar-benar perbaikan.”

Untuk itu, Umar telah memberikan teladan penuh untuk senantiasa menjadi pemimpin yang zuhud dan qona’ah, yang bahkan ia lakukan sejak pertama kali ia menjabat sebagai Khalifah. Ketika orang-orang membawakan kendaraan khusus bagi Khalifah, Umar berkata, “Kirim kendaraan-kendaraan itu ke pasar untuk dijual lalu simpan hasil penjualannya di baitul maal. Aku cukup naik kendaraanku sendiri.”

Jarrah bin Abdillah, Gubernur Khurasan, pernah menulis surat kepada Khalifah, “Sungguh, penduduk Khurasan adalah orang-orang bandel dan sulit diatur, kecuali dengan pedang dan cemeti. Jika Amirul Mukminin mengizinkan aku untuk memerintahkan mereka dengan pedang dan cemeti, niscaya akan kulakukan dengan senang hati.”

Umar pun membalas, “Telah sampai surat yang kau kirimkan kepadaku, yang menyatakan bahwa penduduk Khurasan tidak bisa diatur, kecuali dengan pedang dan cemeti. Namun, aku yakin bahwa apa yang kau katakan itu bohong belaka. Mereka pasti bisa diatur dan diperbaiki dengan keadilan dan kebenaran. Oleh karena itu, sebarkanlah hal itu di antara mereka.”

Salah seorang penduduknya memuji prestasi Umar dan mengatakan, “Semoga Allah membalas kebaikanmu karena telah berbuat baik untuk Islam.” Lalu Umar menjawab, “Tidak, tetapi Allah telah memberikan bagiku dari Islam ini sebuah kebaikan.”

Umar tidak pernah merasa puas atas prestasinya. Sekali lagi, hal ini adalah karena kesadaran penuh atas beratnya pertanggungjawaban ketika yaumul hisab telah tiba. Berkaitan dengan hal inii, Fatimah (istri Umar bin Abdul Aziz), senantiasa melihat suaminya beribadah kepada Rabbnya dengan bergelimang air mata yang membasahi jenggotnya. Fatimah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, segala sesuatu itu baru adanya.” Umar menjawab, “Wahai Fatimah, sesungguhnya aku memikul beban umat Muhammad dari yang hitam sampai yang merah. Aku memikirkan masalah orang yang fakir dan yang kelaparan, orang yang sakit dan yang terlantar, orang yang tak punya pakaian dan yang tersisihkan, orang yang teraniaya dan yang terintimidasi, yang terasing dan yang ditawan, yang tua dan yang jompo, yang punya banyak kerabat tetapi hanya punya sedikit harta, dan orang-orang yang serupa dengan itu di seluruh pelosok negeri. Aku sadar dan tahu bahwa Tuhanku akan menanyakannya kelak pada hari kiamat. Aku khawatir, saat itu aku tidak punya alasan buat Tuhanku. Jadi, menangislah aku.”

Kesadaran tersebut telah terikat kuat dalam dirinya bahkan sejak sebelum menjadi Khalifah. Ketika sedang wukuf di Arafah, Umar pernah memberikan nasihat kepada Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, selaku Khalifah yang saat itu sedang menjabat, “Mereka semua adalah rakyatmu hari ini dan engkau akan dimintai pertanggungjawaban terhadap nasib mereka nanti.” Dalam riwayat yang lain, Umar mengatakan, “Mereka akan menjadi musuhmu kelak di hari kiamat.”

Ia senantiasa mengamalkan apa yang pernah ia ucapkan, “Banyak-banyaklah mengingat mati. Kalau berada dalam kesempitan hidup, engkau akan merasa lapang dengan mengingatnya. Kalau berada dalam kelapangan hidup, engkau akan merasa sempit dengan mengingatnya.”

Termasuk juga, dengan ucapannya yang membuka tabir kesuksesannya sebagai Khalifah, “Perbaikilah perbuatan kalian yang tersembunyi, niscaya perbuatan yang terlihat akan menjadi baik. Berbuat baiklah untuk akhiratmu, maka Allah akan mencukupkan kebutuhan duniamu.”

Seorang lelaki pernah berkata kepada Umar, “Wahai Amirul Mukminin, berilah aku nasihat.” Umar berkata, “Kunasihatkan, handaknya engkau bertakwa kepada Allah dan mendahulukan Allah di atas semua kepentinganmu, niscaya Allah menjadikan bebanmu terasa ringan dan engkau akan ditolong oleh-Nya.”

Menjelang wafatnya, Umar hanya meninggalkan harta sebanyak 400 dinar, sangat jauh dibandingkan sebelum ia menjadi Khalifah, yaitu 40 ribu dinar. Anak-anak Umar ditinggalkan dalam keadaan faqir. Umar pun berkata seraya mengutip ayat dari Surat Al-A’raf 195, “Sesungguhnya pelindungku adalah Allah, yang menurunkan Al-Kitab, dan Dia melindungi orang-orang yang shaleh”. Demi Allah, aku tidak memberikan hakku kepada mereka dalam urusan harta, akan tetapi mereka berada di antara dua pijakan; jika mereka shaleh, maka Allahlah yang akan menjadi pelindung bagi orang-orang shaleh. Dan jika mereka tidak shaleh, maka aku tidak bisa menolong atas kefasikannya.”

Terhadap pemimpin umat Islam penerusnya, Yazid bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz mewasiatkan, “Semoga keselamatan selalu tercurah kepadamu. Sesungguhnya, aku hanya melihat apa yang ada pada diriku sendiri. Karena itu, kuingatkan engkau, jagalah umat Muhammad sebab engkau akan meninggalkan dunia (kekayaan dan kekuasaan) kepada orang-orang yang sama sekali tidak akan memujimu. Engkau akan menghadap kepada dzat yang tidak akan memberimu ampunan,” tegas Umar bin Abdul Aziz. (ian)

—000—

Referensi: Berbagai sumber

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:kepemimpinan, Menyelami, Pilkada 2024, Umar Bin Abdul Aziz

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

12 Agustus 2026 By admin

Rp 81 Tarif Trans Jatim, 11-17 Agustus 2026

12 Agustus 2026 By admin

Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Ikut Nata Kasur Muktamirin

10 Agustus 2026 By admin

Bromo Ditutup Total, Api Meluas

10 Agustus 2026 By admin

Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran

7 Agustus 2026 By zam

UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan

29 Juli 2026 By admin

Khofifah: Data BPS Jadi Fondasi Pembangunan Presisi dan Kebijakan Tepat Sasaran

29 Juli 2026 By isa

MUI Ingatkan AI Tak Boleh Mengikis Tradisi Sanad Keilmuan Islam

29 Juli 2026 By admin

Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu

29 Juli 2026 By wah

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Program MBG Turun Tajam

29 Juli 2026 By zam

Luka di Ujung Perjalanan: Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Air Mata

21 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen Siapkan Rekrutmen Guru PNS Pusat untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

21 Juli 2026 By wah

Spanyol Ukir Rekor Tak Terkalahkan Usai Juara Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 By zam

IRGC: Dua Tanker Meledak di Hormuz

20 Juli 2026 By wah

Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Secara Nasional, Tembus Rp21,64 Miliar

18 Juli 2026 By wah

Jatim Perkuat Posisi sebagai Penopang Ketahanan Pangan Nasional

18 Juli 2026 By zam

Prancis Lebih Termotivasi Hadapi Inggris demi Golden Boot Mbappe

18 Juli 2026 By admin

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

11 Juli 2026 By zam

De La Fuente Optimistis Spanyol Mampu Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

11 Juli 2026 By wah

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat
  • Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions
  • Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran
  • Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka
  • Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.