
Probolinggo (Trigger.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menutup sementara destinasi wisata Puncak Seruni Point menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo yang terus meluas dan titik apinya mulai mendekati objek wisata tersebut.
Penutupan diberlakukan sejak Rabu (12/8/2026) pukul 20.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pemkab melarang wisatawan maupun masyarakat memasuki kawasan Seruni Point karena kondisi dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan keputusan itu diambil setelah mencermati pergerakan api di sekitar Gunung Bromo. Pembukaan kembali Seruni Point akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman dan diinformasikan lebih lanjut kepada masyarakat.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi menambahkan, Seruni Point menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi setelah empat akses menuju kawasan Gunung Bromo ditutup Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akibat kebakaran. Jumlah pengunjung di Seruni Point bahkan pernah mencapai sekitar 2.000 orang.
Meski demikian, hingga saat ini belum dilaporkan adanya kerusakan fasilitas wisata di Seruni Point. Sebagian besar sarana penunjang dibangun menggunakan material beton sehingga relatif aman dari dampak kebakaran.
Untuk mencegah wisatawan menerobos, petugas telah memasang portal dan rambu larangan di jalur menuju Seruni Point. Pemerintah meminta masyarakat mematuhi barikade dan tidak mengambil risiko memasuki kawasan yang berpotensi terdampak api.
Sebelumnya, TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB akibat karhutla. Penutupan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan upaya pemadaman.
Kebakaran sendiri telah berlangsung sejak awal Agustus dan diperparah kondisi angin serta medan kawasan Bromo yang menyulitkan proses pemadaman. Karena itu, Pemkab Probolinggo mengimbau wisatawan tidak memaksakan kunjungan ke Seruni Point sampai ada pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali kawasan tersebut.
Keselamatan pengunjung menjadi prioritas, sementara aktivitas wisata di Seruni Point akan kembali dibuka setelah karhutla benar-benar padam dan kawasan dinyatakan aman. (wah)



Tinggalkan Balasan