
Surabaya (Trigger.id) – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terus mempertegas komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter di tengah derasnya arus transformasi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Literasi Nasional bertema “Membangun Karakter Unggul di Era Transformasi Digital” yang diselenggarakan UPT Perpustakaan UWKS, Selasa (29/7), di Ruang Poncowatiko, Lantai 8 Twin Tower UWKS.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran buku “Kredo Kewijayakusumaan”, sebuah karya yang memuat nilai-nilai luhur sebagai pedoman pembentukan karakter sivitas akademika sekaligus memperkuat identitas UWKS sebagai Kampus Budaya.
Seminar diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, guru, pustakawan, pegiat literasi, hingga perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur, Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB), serta Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Jawa Timur.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UWKS, Dr. Ir. Endang Retno Wedowati, M.T., menegaskan bahwa budaya literasi merupakan investasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter, daya pikir kritis, dan budaya belajar sepanjang hayat.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UWKS, Bambang Prakoso, menuturkan bahwa peluncuran buku Kredo Kewijayakusumaan merupakan bagian dari upaya kampus untuk merawat nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi pembentukan karakter. Ia menegaskan, predikat UWKS sebagai Kampus Budaya tidak sekadar diwujudkan melalui simbol atau ornamen, melainkan melalui internalisasi nilai-nilai luhur dalam kehidupan akademik.
Seminar menghadirkan empat narasumber yang membahas literasi dari berbagai perspektif. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., mengulas fenomena meningkatnya konflik bahasa di media sosial. Ia menjelaskan pentingnya linguistik forensik dalam mengungkap bukti digital, menganalisis pola komunikasi, hingga memahami aspek hukum yang terkandung dalam penggunaan bahasa di ruang siber.Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., memaparkan kondisi literasi di Jawa Timur sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk membangun ekosistem literasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.Dari perspektif pendidikan, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Mustakim, S.S., M.Si., menekankan pentingnya menanamkan nilai moral dan karakter kepada generasi muda agar mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Sementara itu, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, mengingatkan bahwa teknologi hanyalah sarana, bukan tujuan. Ia mengajak generasi muda menggunakan teknologi secara bijak untuk meningkatkan produktivitas, memperluas wawasan, serta memperkuat daya saing di era digital.
Melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Nasional dan peluncuran buku Kredo Kewijayakusumaan, UWKS berharap mampu mendorong tumbuhnya budaya literasi yang tidak hanya meningkatkan kecakapan intelektual, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berbudaya, serta siap menghadapi tantangan masa depan di era digital. (wah)



Tinggalkan Balasan