

Allah SWT mengajarkan bahwa harta yang diinfakkan di jalan-Nya tidak akan berkurang nilainya, bahkan menjadi investasi terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda
:وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
“Sedekah adalah bukti (keimanan).”(HR. Muslim).
Makna sedekah sangat luas. Tidak hanya berupa harta, tetapi setiap kebaikan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain.Rasulullah ﷺ bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”(HR. At-Tirmidzi)
Dalam hadis yang lain beliau bersabda:
كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ
“Setiap kebaikan adalah sedekah.”(HR. Al-Bukhari)
Di antara sedekah yang paling utama adalah:
1. Sedekah Jariyah.
Yaitu sedekah yang manfaatnya terus dirasakan sehingga pahalanya tetap mengalir meskipun pemberinya telah meninggal dunia. Misalnya membangun masjid, sekolah, menyediakan fasilitas umum, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, atau mengajarkan keterampilan yang berguna bagi kehidupan.Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ. صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)
2. Sedekah Khafiyah (Secara Sembunyi-sembunyi)
Allah SWT berfirman:
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. Namun jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Baqarah: 271)
Rasulullah ﷺ juga bersabda tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat, di antaranya:
وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
“Seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
3. Bersedekah Saat Masih Sehat dan Mencintai Harta
Nilai sedekah semakin besar ketika dilakukan saat seseorang masih sehat, masih memiliki banyak keinginan, mencintai hartanya, dan takut miskin. Saat itulah keikhlasan dan keimanan benar-benar diuji.Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ
“Sedekah yang paling utama adalah ketika engkau bersedekah dalam keadaan sehat, masih kikir (mencintai harta), berharap menjadi kaya, dan takut miskin.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Saudaraku, syukur kepada Allah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan. Rezeki yang Allah titipkan akan menjadi lebih berkah ketika sebagian darinya kita salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Apa yang kita infakkan di jalan Allah bukanlah kehilangan, melainkan investasi yang akan kembali dengan balasan yang jauh lebih besar.
Jum’at Mubarak
اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari sifat kikir dan tamak, serta jadikanlah aku termasuk orang-orang yang beruntung.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ringan tangan untuk berbagi, ikhlas dalam bersedekah, dan memperoleh naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Aamiin.
000—000
*Pembina Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dan Komunikasi (STIDKI) Ar Rahma Surabaya



Tinggalkan Balasan