
Jakarta (Trigger.id) – Gelombang arus balik Lebaran tak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga di jalur laut. Tahun ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia memprediksi puncak pergerakan penumpang akan terjadi pada 2 April 2026, dengan jumlah mencapai lebih dari 27 ribu orang dalam satu hari.
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang mengandalkan transportasi laut sebagai sarana kembali ke kota tujuan. Hingga 23 Maret, penjualan tiket untuk periode arus balik telah menembus lebih dari 171 ribu, menunjukkan antusiasme pemudik yang masih terus mengalir.
Untuk menghadapi lonjakan ini, Pelni menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Masa angkutan arus balik sendiri berlangsung dari 23 Maret hingga 6 April 2026. Selama periode tersebut, perusahaan pelayaran milik negara ini berupaya memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi para penumpang.
Beragam upaya dilakukan, mulai dari memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, menambah jumlah petugas layanan, hingga meningkatkan pengamanan di kapal dan pelabuhan. Selain itu, kesiapan armada juga menjadi prioritas utama, dengan memastikan seluruh kapal dalam kondisi layak laut demi menjaga kelancaran perjalanan.
Pelni juga mengingatkan masyarakat yang belum memiliki tiket agar segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi. Langkah ini penting untuk menghindari kehabisan tiket sekaligus mencegah risiko pembelian dari pihak tidak resmi.
Di atas kapal, penumpang diimbau untuk tetap mematuhi aturan keselamatan serta menjaga kebersihan selama perjalanan. Prinsip “keselamatan sebagai prioritas utama” terus ditekankan, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan yang bebas kecelakaan dan berorientasi pada kenyamanan.
Tak hanya itu, kru kapal disiagakan untuk memberikan bantuan kepada penumpang yang membutuhkan selama pelayaran. Pelni menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan transportasi laut nasional, baik pada masa arus mudik maupun arus balik.
Sebagai tulang punggung konektivitas laut Indonesia, Pelni saat ini mengoperasikan puluhan kapal penumpang yang melayani ratusan rute dan puluhan pelabuhan di seluruh nusantara. Perannya semakin vital dengan adanya kapal perintis yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP), membuka akses mobilitas bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.
Di tengah padatnya arus balik Lebaran, laut kembali menjadi jalur harapan—menghubungkan pulau, menyatukan perjalanan, dan memastikan para pemudik bisa kembali dengan aman ke aktivitas mereka. (ian)



Tinggalkan Balasan