
Surabaya (Trigger.id) – Performa Manchester United sejak ditangani pelatih interim Michael Carrick menunjukkan peningkatan signifikan di Premier League. Setan Merah bahkan menjadi tim dengan perolehan poin terbanyak sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih pada Januari lalu.
Hasil positif tersebut membuat banyak pihak menilai Carrick layak dipermanenkan sebagai pelatih utama. Namun, jika melihat lebih dalam dari sisi statistik permainan, situasinya ternyata tidak sesederhana itu.
Di bawah Carrick, lini serang Manchester United tampil sangat tajam. Tim mencetak banyak gol dan memiliki rasio konversi peluang terbaik di liga. Meski demikian, data expected goals (xG) menunjukkan bahwa efektivitas luar biasa itu kemungkinan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Secara statistik, ada delapan tim lain yang sebenarnya lebih baik dalam menciptakan peluang berkualitas. Namun United mampu mencetak gol jauh lebih banyak dibandingkan peluang yang mereka hasilkan. Kondisi ini menunjukkan para pemain sedang berada dalam performa finishing yang sangat tinggi.
Beberapa pemain tampil sangat klinis di depan gawang. Matheus Cunha menjadi salah satu penyerang paling tajam di liga dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, Benjamin Sesko dan Casemiro juga tampil produktif selama era Carrick.
Meski Carrick mendapat pujian karena berhasil meningkatkan kepercayaan diri pemain, banyak analis menilai performa luar biasa tersebut belum tentu bisa berlangsung terus-menerus.
Dari sisi pertahanan, kiper Senne Lammens juga tampil impresif dengan sejumlah penyelamatan penting yang membantu United meraih kemenangan. Penampilannya bahkan masuk jajaran kiper terbaik liga dalam statistik penyelamatan berdasarkan kualitas tembakan lawan.
Namun secara permainan keseluruhan, United justru tidak terlalu dominan dibanding era pelatih sebelumnya, Ruben Amorim. Jumlah tembakan per pertandingan menurun dan lini belakang sedikit lebih sering mendapat tekanan lawan.
Meski demikian, performa United sebenarnya tidak buruk saat masih ditangani Amorim. Klub sempat berada di papan atas klasemen dan bersaing ketat untuk posisi Liga Champions sebelum pergantian pelatih terjadi.
Kondisi ini membuat manajemen Manchester United harus berpikir matang sebelum mengambil keputusan permanen terkait masa depan Carrick. Hasil pertandingan memang sangat positif, tetapi data performa menunjukkan masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki agar konsistensi tim bisa terjaga dalam jangka panjang. (ian)



Tinggalkan Balasan