
Teheran (Trigger.id) — Pemerintah Iran menegaskan bahwa peluang perundingan dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan terbuka selama Washington masih mempertahankan sikap yang dianggap bermusuhan terhadap rakyat Iran.
Juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa keputusan untuk berunding sepenuhnya berada di tangan Teheran. Menurutnya, dialog hanya mungkin terjadi jika AS benar-benar menghapus niat untuk bertindak melawan Iran.
Ia menegaskan bahwa hingga saat itu terjadi, hubungan kedua negara tidak akan kembali normal. Bahkan, ia menambahkan bahwa sejak awal Iran telah konsisten menolak negosiasi dengan pihak yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik.
Di sisi lain, laporan media Amerika menyebutkan bahwa Washington telah menyodorkan proposal berisi 15 poin kepada Iran. Rencana tersebut dikabarkan bertujuan meredakan konflik di kawasan Timur Tengah, yang belakangan juga berdampak pada kondisi ekonomi AS.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak akhir Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah target militer AS di kawasan Timur Tengah.
Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, pernyataan selanjutnya mengindikasikan bahwa tujuan operasi tersebut juga berkaitan dengan upaya perubahan rezim di Iran.
Situasi ini semakin mempertegas ketegangan geopolitik di kawasan, dengan peluang diplomasi yang masih belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan. (ian)



Tinggalkan Balasan