• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik

5 Juli 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Prof. Daniel M. Rosyid*

Sabtu, 4 Juli 2026, ICMI Orwil Jawa Timur menggelar Seminar Nasional bertema “Mengembalikan Peran Intelektual sebagai Pemandu Peradaban yang Inklusif dan Transformatif.” Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur Dr. Ramlyanto, ekonom senior Bank Jatim Dr. Sunarsip, Prof. M. Nafik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, serta Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Jawa Timur Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc., IPU. Diskusi dipandu Prof. Hesti Amirwulan dari Fakultas Hukum Universitas Surabaya, sementara pidato kunci disampaikan Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Arif Satria.

Dalam paparannya, Ramlyanto menyoroti masih lemahnya proses knowledge translation into policy and impactful action, yakni kemampuan menerjemahkan hasil penelitian menjadi kebijakan publik dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan pembangunan sebuah ekosistem kolaboratif yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan media dalam satu ruang kerja bersama.

Ia juga mengkritisi masih kurang kuatnya advokasi dan kegigihan kalangan akademisi dalam mengawal hasil riset hingga benar-benar diimplementasikan. Di sisi lain, dunia kampus dinilai masih menghadapi gejala the curse of expertise, ketika kepakaran justru menciptakan jarak antara teori dengan praktik terbaik di lapangan.

Sementara itu, Dr. Sunarsip memaparkan perubahan lanskap ekonomi global yang kini bergeser ke kawasan Asia dengan meningkatnya pengaruh Tiongkok. Peran kelompok BRICSI juga semakin menguat sehingga ketergantungan Asia terhadap Amerika Serikat dan Eropa mulai mengalami perubahan.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo mengambil arah pembangunan yang lebih menekankan kemandirian di sektor pangan dan energi sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional serta mengurangi kerentanan rupiah terhadap tekanan pasar global. Pendekatan yang ia sebut sebagai Prabowonomics dinilai mengadopsi sebagian strategi pembangunan Tiongkok yang mampu mencatat pertumbuhan tinggi secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, ekonomi Jawa Timur yang bertumpu pada kekuatan sumber daya lokal terbukti memiliki daya tahan menghadapi dinamika geoekonomi dunia.

Dr. Daniel Rohi mengingatkan kembali pandangan Bung Hatta bahwa kaum intelektual harus menjadi “garam masyarakat”, yakni menghadirkan manfaat tanpa kehilangan jati dirinya. Di tengah keberagaman bangsa Indonesia, pembangunan yang transformatif, menurutnya, hanya akan berhasil apabila dilaksanakan secara inklusif sehingga seluruh potensi nasional dapat diberdayakan secara optimal.

Ia juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama seorang intelektual. Keilmuan harus selalu berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang beradab, sedangkan kolaborasi dalam proses translasi pengetahuan merupakan pengejawantahan semangat gotong royong sebagai inti nilai Pancasila.

Senada dengan itu, Prof. M. Nafik menegaskan bahwa karya intelektual tidak semestinya berhenti sebagai publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional. Pengetahuan harus melampaui batas kampus dan hadir sebagai praktik terbaik yang mampu memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong hilirisasi berbagai potensi agro-maritim Indonesia menjadi nilai tambah yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam perspektif keislaman, Ustadz Taufiq mengingatkan bahwa seluruh karya intelektual perlu berlandaskan nilai-nilai ilahiah agar benar-benar menghadirkan kemaslahatan. Integritas, yakni kesatuan antara ucapan dan tindakan serta keselarasan antara teori dan praktik, menjadi ciri utama intelektual yang beriman. Sebaliknya, kesombongan intelektual justru dapat menghambat kolaborasi sekaligus menghalangi proses penerjemahan ilmu menjadi kebijakan maupun praktik terbaik.

Pada pidato kuncinya, Prof. Arif Satria memperluas perspektif peserta dengan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki warisan intelektual yang sangat tua, bahkan mendahului banyak peradaban dunia. Menurutnya, bangsa-bangsa penjajah pada masa lalu tidak hanya membawa pulang rempah-rempah dan kekayaan alam Nusantara, tetapi juga berbagai naskah serta karya ilmiah para empu dan pujangga yang menjadi bagian dari khazanah ilmu pengetahuan bangsa.

Karena itu, ia menegaskan bahwa para intelektual Indonesia, khususnya cendekiawan Muslim di perguruan tinggi, tidak memiliki alasan untuk merasa inferior dalam percakapan intelektual di tingkat global. Bangsa ini memiliki modal sejarah, tradisi keilmuan, dan kekayaan intelektual yang patut dibanggakan sekaligus dikembangkan.

Seminar tersebut akhirnya mengerucut pada satu pemahaman bersama bahwa amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum merupakan tanggung jawab para intelektual organik. Mereka tidak cukup hanya berkarya di laboratorium atau menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, di pasar, di desa, di kawasan pesisir, serta di ruang-ruang kehidupan lainnya untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata.

Semangat knowledge translation sesungguhnya telah memiliki pijakan kuat dalam Pembukaan UUD 1945 yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen perjuangan bangsa untuk melepaskan diri dari berbagai bentuk penjajahan. Dalam konteks Indonesia hari ini, perjuangan tersebut diterjemahkan sebagai transformasi menuju bangsa yang berdaulat, mandiri, dan mampu berdiri sejajar di tengah persaingan global tanpa kehilangan jati diri maupun semangat gotong royong sebagai kekuatan utama bangsa.


—000—

*Dewan Pakar ICMI Orwil Jatim

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, update, wawasan Ditag dengan:Daniel M. Rosyid, ICMI Jawa Timur, Intelektual, Praktek, Teori

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan

14 Agustus 2026 By admin

Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang

14 Agustus 2026 By admin

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

12 Agustus 2026 By admin

Rp 81 Tarif Trans Jatim, 11-17 Agustus 2026

12 Agustus 2026 By admin

Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Ikut Nata Kasur Muktamirin

10 Agustus 2026 By admin

Bromo Ditutup Total, Api Meluas

10 Agustus 2026 By admin

Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran

7 Agustus 2026 By zam

UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan

29 Juli 2026 By admin

Khofifah: Data BPS Jadi Fondasi Pembangunan Presisi dan Kebijakan Tepat Sasaran

29 Juli 2026 By isa

MUI Ingatkan AI Tak Boleh Mengikis Tradisi Sanad Keilmuan Islam

29 Juli 2026 By admin

Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu

29 Juli 2026 By wah

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Program MBG Turun Tajam

29 Juli 2026 By zam

Luka di Ujung Perjalanan: Messi Menutup Piala Dunia 2026 dengan Air Mata

21 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen Siapkan Rekrutmen Guru PNS Pusat untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

21 Juli 2026 By wah

Spanyol Ukir Rekor Tak Terkalahkan Usai Juara Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 By zam

IRGC: Dua Tanker Meledak di Hormuz

20 Juli 2026 By wah

Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Secara Nasional, Tembus Rp21,64 Miliar

18 Juli 2026 By wah

Jatim Perkuat Posisi sebagai Penopang Ketahanan Pangan Nasional

18 Juli 2026 By zam

Prancis Lebih Termotivasi Hadapi Inggris demi Golden Boot Mbappe

18 Juli 2026 By admin

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Tavares Perketat Persiapan Persebaya
  • MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September
  • Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat
  • Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions
  • Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.