
Surabaya (Trigger.id) – Bagi banyak orang, produk kecantikan hanya soal warna, tren, dan kemasan menarik. Namun bagi Selena Gomez, desain sebuah produk memiliki makna yang jauh lebih personal: kenyamanan dan aksesibilitas bagi mereka yang hidup dengan keterbatasan fisik.
Dalam wawancaranya di podcast Good Hang with Amy Poehler, Selena mengungkap bahwa dirinya mengalami arthritis pada jari akibat lupus, penyakit autoimun kronis yang telah lama ia derita. Kondisi itu membuat aktivitas sederhana seperti membuka botol air terasa menyakitkan.
“Aku punya arthritis di jari karena lupus,” ujar Selena. “Dulu, bahkan membuka botol minum saja terasa sangat sakit sebelum aku mendapatkan pengobatan yang tepat.”
Pengalaman tersebut diam-diam menjadi fondasi lahirnya konsep kemasan produk Rare Beauty. Saat mengembangkan mereknya, Selena dan timnya menyadari bahwa banyak orang memiliki kesulitan dalam menggenggam atau membuka produk kosmetik. Dari situlah muncul ide membuat desain yang lebih mudah digunakan siapa saja.
Tanpa disadari, perjuangan pribadi Selena justru menghadirkan inovasi yang diapresiasi luas. Produk-produk Rare Beauty dikenal memiliki kemasan ergonomis dan mudah dibuka, termasuk parfum terbaru mereka yang diluncurkan pada Agustus lalu. Berbeda dari botol parfum pada umumnya, produk tersebut tidak memerlukan tutup yang harus diputar atau ditarik. Pengguna cukup menggeser tombol pengunci lalu menekan semprotan parfum dengan mudah.
Bagi Selena, detail kecil seperti itu bukan sekadar strategi desain, melainkan bentuk kepedulian.
“Mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat membantu bagi siapa pun, di usia berapa pun,” katanya. “Itulah mengapa kami ingin produk-produk ini mudah dan nyaman digunakan.”
Rare Beauty sendiri diluncurkan pada September 2020 dan berkembang menjadi salah satu merek kecantikan paling berpengaruh di industri. Pada 2024, valuasi perusahaan tersebut dilaporkan mencapai 2 miliar dolar AS.
Di balik kesuksesan bisnisnya, Selena tetap terbuka mengenai perjuangannya menghadapi lupus. Penyakit yang didiagnosis sejak 2013 itu membuat sistem imun tubuh menyerang jaringan dan organ sendiri, serta belum memiliki obat penyembuh.
Dalam dokumenter My Mind & Me, ia sempat menggambarkan rasa sakit yang kerap datang setiap pagi.
“Saat bangun tidur, aku langsung menangis karena rasanya sakit di seluruh tubuh,” ungkapnya dalam salah satu adegan dokumenter tersebut.
Tak hanya itu, Selena juga pernah menghadapi kritik publik terkait perubahan berat badannya. Ia menjelaskan bahwa obat lupus yang dikonsumsinya sering menyebabkan kenaikan berat badan. Meski demikian, mantan bintang Wizards of Waverly Place itu memilih memprioritaskan kesehatannya dibanding tekanan standar kecantikan.
“Aku lebih memilih sehat dan menjaga diriku sendiri. Obat-obatan itu penting bagiku,” katanya.
Lewat Rare Beauty, Selena Gomez tidak hanya membangun bisnis kosmetik, tetapi juga membawa pesan tentang empati, kesehatan, dan pentingnya menciptakan produk yang inklusif bagi semua orang. (ian)



Tinggalkan Balasan