• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Foto :Suasana lomba memasak Agustusan 2026 di Perum Pondok Mulia, Kel Pandanwangi, Kec Blimbing, Kota Malang.Dari kiri, Ferry Agung Rayendra S.Ked (baju kotak), Ir Atok P (membungkuk) dan Drh Rifaie (kaos merah, pemenang juara 2).

Malang (Trigger-id) – Rutinitas sehari-hari yang padat, pekerjaan yang menumpuk, serta tuntutan yang datang silih berganti dapat membuat seseorang mengalami kejenuhan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut bisa memengaruhi suasana hati, produktivitas, hingga kualitas hubungan dengan orang lain.

Di tengah kesibukan tersebut, melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memberikan jeda bagi pikiran. Salah satunya adalah memasak.Bagi sebagian orang, memasak mungkin hanya dipandang sebagai aktivitas untuk menyiapkan makanan. Namun, kegiatan mulai dari memilih bahan, memotong sayuran, meracik bumbu, mengolah makanan hingga menyajikannya ternyata juga dapat memberikan pengalaman psikologis yang positif.

Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor Well-Being Services di BINUS, menjelaskan memasak dapat membantu seseorang mengurangi stres, terutama apabila aktivitas tersebut memang disukai dan dilakukan sebagai hobi.”Ketika kita memasak itu ada kepuasan tersendiri. Rasa puas dapat semakin kuat ketika makanan yang dibuat mendapat apresiasi dari orang lain,” jelas Ikhsan Bella Persada MPsi, mengutip laman KlikDokter.com.

Dijelaskan, salah satu alasan memasak dapat terasa menenangkan adalah karena aktivitas tersebut menuntut perhatian terhadap berbagai hal. Seseorang harus mengikuti resep, menakar bahan, mengatur suhu, memperhatikan tekstur, mencicipi makanan, kemudian melakukan penyesuaian jika diperlukan.Rangkaian aktivitas tersebut membuat perhatian seseorang tertuju pada apa yang sedang dikerjakan.

Dalam konteks ini, memasak dapat menjadi aktivitas yang membantu seseorang mengambil jeda dari pikiran mengenai pekerjaan atau persoalan lain.Manfaat psikososial dari aktivitas memasak juga telah diteliti. Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Health Education & Behavior menganalisis 11 penelitian mengenai intervensi memasak pada orang dewasa.Hasilnya menunjukkan adanya manfaat positif terhadap aspek psikososial, termasuk interaksi sosial, harga diri, kualitas hidup, dan suasana hati.

Penelitian lain yang dimuat dalam The Journal of Creative Behavior juga menemukan bahwa memasak dapat menjadi sarana mengekspresikan kreativitas, kesempatan bersosialisasi, serta aktivitas yang berkaitan dengan perbaikan suasana hati.

Frekuensi memasak memiliki korelasi kecil tetapi signifikan dengan sejumlah aspek kesejahteraan psikologis, seperti kemampuan mengelola lingkungan, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri.Artinya, memasak memang berpotensi menjadi aktivitas self-care, tetapi tidak tepat jika dianggap sebagai pengganti terapi psikologis bagi seseorang yang mengalami gangguan mental.

Berikut aspek positif bagi yang hobi memasak : 1. Membantu Meredakan StresMemotong bahan, menguleni adonan, mengaduk masakan, atau menyiapkan hidangan dapat menjadi saluran aktivitas yang membuat seseorang sejenak mengalihkan perhatian dari tekanan sehari-hari.Ketika aktivitas tersebut dilakukan dengan santai dan tanpa target yang berlebihan, proses memasak dapat memberikan pengalaman menyenangkan.Sebaliknya, jika dilakukan terburu-buru karena dikejar waktu, memasak justru berpotensi menjadi sumber stres baru.

2. Melatih KesabaranMasakan tidak langsung jadi setelah bahan-bahan diletakkan di meja. Ada proses yang harus dilalui, mulai dari mencuci dan memotong bahan, meracik bumbu, memasak, hingga menunggu makanan matang.Proses tersebut secara tidak langsung mengajarkan pentingnya menikmati tahapan, bukan hanya mengejar hasil akhir.Kebiasaan sederhana seperti menunggu adonan mengembang atau memastikan makanan matang dengan sempurna dapat menjadi latihan untuk lebih sabar menghadapi proses dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menyalurkan KreativitasDapur dapat menjadi ruang bereksperimen. Seseorang bisa mencoba resep baru, mengombinasikan bahan, mengatur tampilan makanan, atau memodifikasi resep sesuai selera.Pengalaman tersebut memberi kesempatan bagi otak untuk berpikir kreatif. Penelitian mengenai memasak dan kesejahteraan juga menemukan bahwa kreativitas merupakan salah satu tema utama yang dirasakan peserta ketika menjadikan memasak sebagai aktivitas sehari-hari.

4. Memberikan Rasa PencapaianAda kepuasan tersendiri ketika bahan-bahan yang semula terpisah akhirnya berubah menjadi makanan yang siap disantap. Keberhasilan membuat menu baru dapat memberikan rasa kompeten dan pencapaian, terutama bagi orang yang sebelumnya merasa kurang percaya diri di dapur.Apresiasi dari keluarga atau teman juga dapat memperkuat pengalaman positif tersebut. Dalam konteks psikologis, pengalaman berhasil menyelesaikan sebuah aktivitas dapat membantu membangun keyakinan bahwa seseorang mampu mempelajari dan melakukan hal baru.

5. Meningkatkan Interaksi SosialMemasak tidak harus dilakukan sendirian. Mengajak pasangan, anak, teman, atau anggota keluarga untuk menyiapkan makanan bersama dapat menjadi kesempatan untuk berkomunikasi tanpa tekanan formal.Makanan yang telah selesai dibuat pun dapat dinikmati bersama. Dengan demikian, aktivitas memasak bukan hanya menghasilkan hidangan, tetapi juga membuka ruang untuk membangun kedekatan.Tinjauan sistematis mengenai intervensi memasak menemukan adanya pengaruh positif terhadap aspek sosialisasi pada sejumlah penelitian yang dianalisis.

6. Membangun Kepercayaan DiriTidak perlu langsung memasak hidangan yang rumit. Memulai dari resep sederhana kemudian meningkatkannya secara bertahap justru dapat memberikan pengalaman keberhasilan yang lebih realistis. Misalnya, seseorang yang awalnya hanya mampu membuat telur atau tumisan sederhana dapat mencoba membuat sup, kue, atau menu baru setelah merasa lebih percaya diri.Namun, penting diingat, memasak bukanlah obat untuk stres berat, depresi, gangguan kecemasan, atau kondisi psikologis lainnya. Jika tekanan mental berlangsung lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala yang semakin berat, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater tetap merupakan langkah yang tepat. (wah/berbagai sumber)

Share This :

Ditempatkan di bawah: update Ditag dengan:hobi, Kesehatan Mental, Memasak

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM

1 Oktober 2026 By admin

‘Apartemen’ Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara. Siapa Donaturnya ?

1 Oktober 2026 By admin

Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan

30 September 2026 By admin

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Rayakan Beragam Potensi Anak di Surabaya dan Malang

30 September 2026 By zam

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Dibuka Hari Ini, Gratis Selama 14 Hari

30 September 2026 By zam

Gaya Hidup Tak Sehat Picu Serangan Jantung Usia Muda

29 September 2026 By admin

Rumah Kaca Sekolah Bumi Shalawat Jadi Laboratorium Agrikultur Modern

29 September 2026 By admin

Tips Memilih Daging Sapi Aman dan Berkualitas

29 September 2026 By admin

Jelang Indonesia vs Malaysia, GBK Semarak Hiburan Suporter

28 September 2026 By admin

Syahrini 7 Tahun Setelah Jaga Anak dan Reino Barack

28 September 2026 By admin

Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Refleksi Perobekan Bendera

27 September 2026 By admin

Manasik Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

27 September 2026 By admin

Guruh Soekarnoputra, Merawat Warna Budaya Indonesia Sampai Akhir Hayat

26 September 2026 By admin

Beasiswa Khofifah ke Al Azhar, Santri Jatim Menorehkan Prestasi di Kairo

26 September 2026 By admin

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Jawara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti
  • Herdman Ingin Hentikan Dominasi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • Pemerintah Siapkan Rp 31 T, Usia Diatas 17 Tahun Dapat Rekening Bank
  • Prabowo Resmikan 204 Satuan TNI dan 6 Kodam Baru
  • Logo HUT Ke-81 Jatim Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.