
Lumajang (Trigger.id) – Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menawarkan panorama alam yang memukau melalui formasi aliran air yang melebar menyerupai tirai raksasa. Dengan ketinggian sekitar 120 meter, destinasi ini menjadi salah satu objek wisata alam unggulan di lereng Gunung Semeru.
Air terjun yang juga dikenal dengan sebutan Coban Sewu tersebut berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Aliran airnya berasal dari Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru, dengan sejumlah sumber mata air dari lereng gunung tersebut.

Nama Tumpak Sewu berasal dari bahasa Jawa yang menggambarkan aliran air bertumpuk-tumpuk dan berjumlah banyak. Formasi air yang jatuh dari tebing berbentuk setengah lingkaran menciptakan pemandangan menyerupai ribuan aliran kecil yang menyatu menjadi tirai air.
Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, objek wisata ini mulai beroperasi pada 2014. Seiring berkembangnya fasilitas dan akses wisata, Tumpak Sewu semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
Popularitas Tumpak Sewu juga tercermin dari tingginya kunjungan wisatawan asing. Data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang yang dipublikasikan pada Oktober 2026 mencatat, destinasi tersebut dikunjungi 96.334 wisatawan mancanegara selama Januari hingga September 2026.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari total 113.642 kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai objek wisata di Kabupaten Lumajang dalam periode yang sama.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut Tumpak Sewu sebagai salah satu daya tarik utama yang membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke daerahnya. Destinasi yang dikenal dengan julukan Niagara Indonesia itu dinilai memiliki keunggulan berupa panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan internasional.
“Alhamdulillah, Tahun 2026 ini kunjungan wisatawan mancanegara ke Lumajang menunjukkan tren yang sangat baik. Tumpak Sewu yang dikenal sebagai Niagara Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama yang membawa wisatawan datang ke daerah kami,” ujar Indah Amperawati kepada wartawan.
Wisatawan dapat menikmati keindahan Tumpak Sewu melalui sejumlah aktivitas, mulai dari melihat panorama dari gardu pandang, fotografi, hingga trekking menuju dasar air terjun. Perjalanan ke lembah menawarkan pengalaman lebih dekat dengan aliran air dan tebing-tebing tinggi yang mengelilinginya.
Namun, jalur menuju dasar air terjun memiliki medan cukup terjal, licin, dan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena itu, pengunjung disarankan menggunakan alas kaki antiselip, membawa pakaian ganti, serta mengikuti arahan petugas dan pemandu lokal.
Waktu kunjungan pada musim kemarau umumnya lebih mendukung kegiatan trekking karena risiko hujan dan peningkatan debit air relatif lebih rendah. Sebaliknya, ketika hujan deras, wisatawan perlu mewaspadai aliran air yang meningkat, bebatuan licin, serta potensi longsoran di sekitar tebing.
Dengan perpaduan panorama air terjun yang megah, suasana alam yang asri, serta jalur petualangan yang menantang, Tumpak Sewu tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Lumajang, tetapi juga salah satu destinasi wisata alam Jawa Timur yang semakin dikenal di kancah internasional. (wah/berbagai sumber)



Tinggalkan Balasan