
Jakarta (Trigger.id) – FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung pada akhir September hingga awal Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi Tim Nasional Indonesia untuk mempertahankan tren positif peringkat FIFA.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang persaingan antarnegara Asia Tenggara, tetapi juga kesempatan bagi Indonesia untuk terus mengumpulkan poin dan mendekati target menembus 100 besar dunia.
Indonesia saat ini menempati peringkat ke-118 FIFA. Posisi tersebut meningkat signifikan dibandingkan peringkat ke-149 ketika Erick Thohir mulai menjabat Ketua Umum PSSI pada April 2023. Artinya, Indonesia telah mengalami kenaikan sebanyak 31 tingkat dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
“Dari 149 ke 118 adalah kemajuan, tetapi pekerjaan rumah kita masih besar karena target berikutnya adalah masuk 100 besar dunia,” kata Akmal, dikutip dari laman *LKBN Antara* , Kamis (3/9).
Menurut Akmal, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam kualitas dan konsistensi pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia. Namun, posisi 118 belum dapat dianggap sebagai pencapaian akhir karena masih diperlukan hasil positif secara berkelanjutan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya.
Akmal menilai peningkatan ranking Indonesia tidak terlepas dari kontribusi tiga pelatih yang menangani skuad Garuda dalam periode kepemimpinan Erick Thohir di PSSI.
Shin Tae-yong menjadi pelatih yang membawa Indonesia keluar dari peringkat 149 menuju 127 selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya, sejak April 2023 hingga Januari 2025.Setelah itu, Patrick Kluivert melanjutkan pekerjaan tersebut dan membawa Indonesia dari posisi 127 ke 122 selama periode Januari hingga Oktober 2025.
Sementara John Herdman, yang mulai menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026, kembali memberikan peningkatan dengan membawa posisi Indonesia dari peringkat 122 ke 118.
Perubahan tersebut, menurut Akmal, menunjukkan bahwa peningkatan ranking merupakan hasil dari akumulasi performa dalam sejumlah pertandingan internasional, bukan semata-mata ditentukan oleh satu turnamen.“Ini adalah cermin dari konsistensi prestasi dan kualitas pertandingan yang kita jalani,” ujarnya.
Indonesia perlu memanfaatkan FIFA ASEAN Cup 2026 dengan serius. Pertandingan menghadapi tim dengan peringkat lebih tinggi dapat menjadi peluang untuk memperoleh tambahan poin yang lebih besar apabila Indonesia mampu meraih hasil positif.
“Perbaikan ranking harus dibaca secara proporsional. Sistem ranking FIFA memberikan tambahan atau pengurangan poin berdasarkan hasil pertandingan, sehingga setiap laga internasional memiliki arti penting, terutama pertandingan melawan lawan berperingkat lebih tinggi,” kata Akmal.
Di FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh yang masuk menggantikan India karena memutuskan mundur dari turnamen. (wah)



Tinggalkan Balasan