
Jakarta (Trigger.id)– Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC) Bali mencatat tonggak baru dalam layanan jantung setelah berhasil melakukan Mitral Transcatheter Edge-to-Edge Repair (M-TEER) pertama di wilayah di Bali.
Prosedur minimal invasif ini ditujukan bagi pasien dengan mitral regurgitation atau kebocoran katup mitral, dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah, umumnya dari area pangkal paha, menuju jantung tanpa perlu membuka tulang dada.
Mengutip laman LKBN Antara, Senin (24/8), Konsultan Intervensi Jantung SCVC Bali, I Dewa Gde Dwi Sumajaya, menjelaskan perangkat khusus digunakan untuk mendekatkan bagian daun katup mitral yang mengalami kebocoran sehingga aliran balik darah dapat dikurangi.
Dalam kasus perdana tersebut, pasien laki-laki berusia 68 tahun mengalami kebocoran katup mitral berat akibat proses degeneratif dan telah menunjukkan gejala gagal jantung, termasuk pembengkakan pada tungkai.
“Pemilihan M-TEER dilakukan setelah tim medis mempertimbangkan kondisi klinis pasien serta risiko yang mungkin timbul apabila menjalani operasi jantung terbuka,” jelas Sumajaya.
Prosedur berlangsung kurang dari dua jam dengan panduan ekokardiografi transesofageal secara real time, sehingga dokter dapat menentukan posisi perangkat, memastikan penjepitan katup berlangsung tepat, sekaligus menilai langsung pengurangan kebocoran.
Pendekatan ini memungkinkan penanganan tanpa sayatan besar pada dada dan pada pasien dan dapat memberikan masa pemulihan yang relatif lebih singkat.
Keberhasilan tindakan tersebut, kata Sumajaya, juga didukung kolaborasi dengan tim internasional yang memberikan pertukaran pengalaman dalam menangani kasus katup jantung kompleks sekaligus memperkuat kemampuan tenaga medis di Indonesia.
“Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai penyakit katup jantung masih diperlukan karena gejalanya kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan,” tambah Sumajaya.
Padahal, mudah lelah, sesak napas, kemampuan beraktivitas yang menurun, jantung berdebar, hingga pembengkakan pada kaki dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi jantung yang perlu diperiksa.
Ia menekankan M-TEER bukan pengganti operasi untuk semua pasien, melainkan salah satu pilihan terapi bagi pasien dengan indikasi yang sesuai setelah melalui pemeriksaan dan penilaian tim jantung.
Deteksi dini melalui konsultasi dan pemeriksaan jantung menjadi penting agar gangguan katup dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gagal jantung atau komplikasi yang lebih berat. (wah)



Tinggalkan Balasan