• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Detik-Detik Menjelang Maghrib: Tradisi Menunggu Berbuka di Berbagai Daerah

25 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Wachid Mukaidori*

Senja di bulan Ramadhan selalu terasa berbeda. Langit yang perlahan memerah seperti ikut menahan napas. Di masjid-masjid, di sudut kampung, di tepi sungai, di alun-alun kota—waktu seakan melambat. Orang-orang menunggu satu suara yang sama: adzan Magrib.

Menunggu berbuka bukan sekadar soal menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, ia menjelma menjadi tradisi. Menjadi budaya. Menjadi ruang kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.


Aceh: Dentuman Meriam dan Gema Serunee

Di Banda Aceh, dentuman meriam tradisional pernah menjadi penanda waktu berbuka. Tradisi meriam karbit—meski kini lebih terbatas demi keamanan—adalah bagian dari memori kolektif masyarakat Aceh.

Menjelang Magrib, pelataran Masjid Raya Baiturrahman dipenuhi warga. Anak-anak berlarian, orang tua duduk bersila, sebagian membaca Al-Qur’an. Di kota yang dikenal sebagai Serambi Mekkah ini, Ramadhan terasa khusyuk sekaligus hangat.


Sumatera Barat: Malamang dan Surau

Di ranah Minang, tradisi malamang—membuat lamang (lemang) dalam bambu—kerap hadir menjelang Ramadhan dan hari-hari besar. Di kampung-kampung Sumatera Barat, surau kembali ramai saat sore hari. Anak-anak mengaji, remaja berdiskusi, orang tua menunggu waktu berbuka dengan zikir dan tadarus.

Bagi masyarakat Minangkabau, surau bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat pembentukan karakter. Senja Ramadhan di sana adalah perpaduan antara adat dan syariat.


Yogyakarta: Ngabuburit di Alun-Alun

Istilah ngabuburit—yang berasal dari bahasa Sunda dan berarti menunggu waktu sore—kini menjadi kosa kata nasional. Di Yogyakarta, alun-alun dan kawasan sekitar Masjid Gedhe Kauman dipenuhi warga.

Pasar takjil bermunculan. Kolak, es buah, kicak, hingga aneka gorengan menjadi primadona. Namun lebih dari itu, orang datang untuk suasana: duduk bersama keluarga, berbagi cerita, merasakan detik-detik terakhir sebelum adzan berkumandang.


Jakarta: Berburu Takjil dan Berbagi

Di ibu kota, ritme Ramadhan bergerak cepat. Kawasan Pasar Benhil di Jakarta dikenal sebagai salah satu sentra takjil terbesar setiap Ramadhan.

Sementara itu, pelataran Masjid Istiqlal menjadi lautan manusia menjelang berbuka. Ribuan paket makanan dibagikan gratis. Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan, momen berbuka menghadirkan jeda: orang-orang yang biasanya terburu-buru mendadak duduk sejajar, menunggu adzan dengan sabar.


Makassar: Bedug dan Pantai Losari

Di Makassar, senja di Pantai Losari menjadi magnet. Warga duduk menghadap laut, menyaksikan matahari tenggelam sebelum berbuka.

Di kampung-kampung, tabuhan bedug masih menggema. Tradisi ini mengingatkan pada masa ketika pengeras suara belum merata. Bunyi bedug menjadi penanda kolektif—bahwa puasa hari itu telah sempurna.


Papua: Ramadhan dalam Harmoni

Di Jayapura dan kota-kota lain di Papua, komunitas Muslim menjalani Ramadhan dalam suasana kebersamaan lintas budaya. Waktu berbuka sering disertai kebersamaan dengan tetangga yang berbeda keyakinan—sebuah potret toleransi khas Indonesia Timur.

Masjid-masjid dipenuhi jamaah, anak-anak mengaji, dan makanan khas setempat hadir di meja berbuka.


Lebih dari Sekadar Menunggu

Menjelang Magrib di bulan Ramadhan, Indonesia seakan bersatu dalam satu ritme. Dari dentuman meriam di Aceh, surau di Minangkabau, alun-alun di Yogyakarta, hiruk pikuk Jakarta, pantai Makassar, hingga harmoni Papua—semuanya menunggu momen yang sama.

Detik-detik itu bukan hanya tentang mengakhiri puasa. Ia adalah latihan kesabaran kolektif. Ia adalah jeda untuk merenung. Ia adalah perayaan kecil setiap hari.

Ketika adzan akhirnya berkumandang, orang-orang mengangkat tangan, membaca doa berbuka, dan meneguk air pertama dengan rasa syukur yang tak tergantikan.

Senja Ramadhan mengajarkan bahwa menunggu pun bisa menjadi ibadah.

—000—

*Dewan Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Berbuka, Daerah, Detik-detik, Maghrib, Menjelang, tradisi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah

23 Februari 2026 By admin

Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar

23 Februari 2026 By admin

Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat

23 Februari 2026 By kai

Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

23 Februari 2026 By admin

Jatim Pecahkan Dua Rekor MURI, 20.000 Porsi Buka Puasa dan 18.000Jamaah Lantunkan Asmaul Husna

22 Februari 2026 By zam

Pemkot Surabaya Gandeng Pengembang Percepat Pendataan DTSEN

22 Februari 2026 By admin

Penjualan Tiket KA Lebaran 2026: Jutaan Terjual di Sejumlah Daops

22 Februari 2026 By admin

Presiden Kerahkan Kekuatan, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

22 Februari 2026 By admin

4 Tahun Menyalakan Optimisme: Jejak dan Ikhtiar TRIGGER.ID

22 Februari 2026 By admin

Kesiapan Lebaran 2026 di Jawa Timur Dimatangkan

21 Februari 2026 By zam

Masjid Bungkuk Singosari, Saksi Sunyi Perjuangan Sejak Era Diponegoro

21 Februari 2026 By zam

Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara

21 Februari 2026 By admin

Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

21 Februari 2026 By admin

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

21 Februari 2026 By admin

STY: Karier di Liga 1 Bukan Masalah bagi Pemain Naturalisasi

21 Februari 2026 By admin

Dua Abad Harmoni dan Cahaya Toleransi Klenteng Eng An Kiong

20 Februari 2026 By admin

Waspada Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka

20 Februari 2026 By admin

Lautaro Cedera, Inter Milan Terpukul

20 Februari 2026 By admin

Persebaya Sesuaikan Latihan di Bulan Ramadan

20 Februari 2026 By admin

Trump Janji AS Sumbang Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

20 Februari 2026 By admin

AS Siap Serang Iran, Trump Belum Putuskan

19 Februari 2026 By admin

Ketika Kebaikan Terlupakan: Ujian Sabar dari Seorang Office Boy

19 Februari 2026 By admin

Inter Takluk 1-3 di Kandang Bodo/Glimt

19 Februari 2026 By admin

Takjil dan Iftar: Memahami Makna dan Adab Berbuka Puasa

18 Februari 2026 By admin

Delapan Negara Kecam Klaim Israel di Tepi Barat

18 Februari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Waspada Kopi dan Teh saat Ramadan, Pakar Ingatkan Risiko Dehidrasi
  • Detik-Detik Menjelang Maghrib: Tradisi Menunggu Berbuka di Berbagai Daerah
  • Anak, Amanah yang Menguji dan Memuliakan
  • Hakimi Hadapi Sidang Dugaan Kekerasan Seksual
  • Inter Tersingkir, Atletico dan Newcastle ke 16 Besar

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.