
Surabaya (Trigger.id) — Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan awal untuk membuka penuh Selat Hormuz dalam 30 hari ke depan sebagai bagian dari upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Laporan Washington Post menyebutkan, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan final dari pihak Iran. Dalam rancangan awal itu, kedua negara juga sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna membuka jalan menuju penyelesaian permanen.
Selain pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut, pembahasan mengenai program nuklir Iran disebut akan ditunda dan dibicarakan kembali dalam perundingan terpisah beberapa waktu mendatang.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah serangan bersama AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Situasi itu memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dan gas dunia, yang berdampak pada lonjakan harga energi global.
Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa proposal perdamaian juga mencakup penghentian konflik di sejumlah wilayah lain, termasuk Lebanon. Iran disebut akan kembali membuka jalur pelayaran komersial tanpa pungutan khusus di Selat Hormuz.
Dalam usulan tersebut, AS juga disebut akan mencairkan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang selama ini dibekukan di luar negeri. Pakistan dan Qatar dikabarkan menjadi mediator dalam proses perundingan tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan”, meski detail akhir masih dibahas kedua pihak. (ian)



Tinggalkan Balasan