• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Osteoporosis dan Risiko Kematian pada Perempuan Lansia

30 Mei 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Osteoporosis pada perempuan. Foto: Health.com

Surabaya (Trigger.id) – Selama ini osteoporosis dikenal sebagai penyakit yang membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih serius. Pada perempuan pascamenopause, osteoporosis ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko kematian hingga 47 persen.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Menopause dan menambah bukti bahwa kesehatan tulang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup dan harapan hidup seseorang, terutama pada kelompok usia lanjut.

Mengapa Perempuan Pascamenopause Rentan?

Osteoporosis terjadi ketika massa dan kepadatan mineral tulang menurun sehingga tulang menjadi lemah. Kondisi ini sangat umum terjadi pada perempuan setelah menopause karena tubuh mengalami penurunan produksi hormon estrogen.

Padahal, estrogen berperan penting dalam menjaga proses pembentukan dan peremajaan tulang. Ketika kadar hormon ini menurun, pengeroposan tulang berlangsung lebih cepat.

Selain kehilangan massa tulang, banyak perempuan pascamenopause juga mengalami penurunan massa otot, berkurangnya mobilitas, serta masalah nutrisi yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk pulih dari penyakit atau cedera.

Studi Libatkan Ribuan Perempuan

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data hampir 3.000 perempuan pascamenopause yang tercatat dalam survei kesehatan nasional Amerika Serikat.

Kepadatan tulang peserta diukur menggunakan pemeriksaan Dual-Energy X-ray Absorptiometry (DEXA), yaitu metode standar untuk mendeteksi osteoporosis. Peneliti kemudian memantau kondisi kesehatan para peserta selama rata-rata lebih dari tujuh tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki kepadatan tulang sangat rendah atau pernah mengalami patah tulang akibat osteoporosis memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang kondisi tulangnya lebih baik.

Mengapa Osteoporosis Bisa Berbahaya?

Patah tulang pada lansia bukan sekadar masalah tulang yang retak. Cedera tersebut dapat menyebabkan penurunan kemampuan bergerak, ketergantungan pada orang lain, hingga komplikasi kesehatan serius seperti infeksi, pembekuan darah, dan gangguan jantung.

Pada banyak kasus, patah tulang panggul akibat osteoporosis dapat mengubah kualitas hidup seseorang secara drastis. Lansia yang sebelumnya aktif dapat kehilangan kemandiriannya dalam waktu singkat.

Penelitian ini menemukan bahwa risiko kematian meningkat secara signifikan pada perempuan dengan tingkat kepadatan tulang yang sangat rendah, bahkan setelah memperhitungkan faktor usia, ras, dan kondisi kesehatan lainnya.

Pentingnya Deteksi Dini

Para ahli menilai hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa osteoporosis tidak boleh dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan yang bisa diabaikan.

Pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala, terutama bagi perempuan yang telah memasuki masa menopause, dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini. Langkah pencegahan seperti olahraga beban, asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.

Menjaga Tulang, Menjaga Harapan Hidup

Temuan terbaru ini menunjukkan bahwa kesehatan tulang bukan hanya soal mencegah patah tulang, tetapi juga berkaitan dengan peluang hidup yang lebih panjang dan berkualitas.

Karena itu, perhatian terhadap osteoporosis perlu dimulai sebelum gejala muncul. Dengan deteksi dini dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi serius akibat pengeroposan tulang dapat dikurangi sehingga lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia senja. (ian)

Sumber: Health.com

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Kematian, Osteoporosis, Patah Tulang, Perempuan Lansia, Risiko Kematian

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Calhanoglu Jadi Pahlawan, Inter Milan Kuasai Puncak Serie A Usai Bungkam Cagliari

31 Agustus 2026 By admin

Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA

30 Agustus 2026 By admin

KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

30 Agustus 2026 By admin

Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia

30 Agustus 2026 By admin

Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang

29 Agustus 2026 By admin

Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU

29 Agustus 2026 By admin

NU: Antara Kharisma Ulama, Konstitusi, dan Kekuasaan

29 Agustus 2026 By admin

BAZNAS Siapkan 15.000 Paket Konsumsi dan Beasiswa Santri di Muktamar

28 Agustus 2026 By admin

Festival Kampung Klasik : Merawat Tradisi Merajut Kebersamaan

28 Agustus 2026 By admin

Prabowo : NU Penjaga Stabilitas Bangsa

28 Agustus 2026 By admin

Pemkab Kediri Serahkan Lahan 5,9 Ha untuk Hotel Haji

28 Agustus 2026 By admin

Presiden dan Wapres Hadiri Pembukaan Muktamar NU

27 Agustus 2026 By admin

ITS Didorong Perkuat Inovasi Teknologi Kedaulatan Pangan

27 Agustus 2026 By admin

Jonatan Christie, Tunggal Putra Nomor Satu Dunia

27 Agustus 2026 By admin

DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah

26 Agustus 2026 By admin

Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV

26 Agustus 2026 By admin

Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla

26 Agustus 2026 By zam

Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan

25 Agustus 2026 By admin

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

25 Agustus 2026 By admin

Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu

24 Agustus 2026 By admin

Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman

24 Agustus 2026 By admin

Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

24 Agustus 2026 By admin

M-TEER Pertama di Bali, Pasien Kebocoran Katup Jantung Tanpa Operasi

24 Agustus 2026 By admin

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • 4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS
  • BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.
  • Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional
  • DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI
  • Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.