• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Zakat yang Mengubah Hidup: Dari Mustahik Menjadi Muzakki

26 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

Di sebuah gang sempit di pinggiran kota, Siti (bukan nama sebenarnya) pernah berada di titik paling rendah dalam hidupnya. Suaminya wafat, meninggalkan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Penghasilan tidak ada. Tabungan habis. Ia masuk dalam kategori mustahik—penerima zakat.

Setiap Ramadhan, ia menerima paket sembako dan bantuan tunai dari lembaga zakat. Bukan banyak, tetapi cukup untuk bertahan. Namun di balik rasa syukur itu, ada doa yang terus ia ulang dalam sujudnya: “Ya Allah, jangan selamanya aku menjadi tangan di bawah.”


Zakat Bukan Sekadar Santunan

Dalam Islam, zakat bukan sekadar bantuan konsumtif. Ia adalah instrumen pemberdayaan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ…

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, miskin…”
(QS. At-Taubah: 60)

Ayat ini menegaskan delapan golongan penerima zakat (asnaf), termasuk fakir dan miskin. Namun di banyak tempat, zakat kini tidak hanya diberikan untuk dikonsumsi, melainkan dikelola sebagai modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pembinaan ekonomi.

Melalui program pemberdayaan yang dijalankan lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai LAZ, mustahik didorong untuk bangkit.


Modal Kecil, Harapan Besar

Siti menerima bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta dan pelatihan membuat kue basah. Awalnya ia ragu. Ia tak pernah berjualan sebelumnya. Tetapi kebutuhan memaksanya belajar.

Hari pertama, ia hanya membuat 20 bungkus kue. Untungnya tipis. Namun ia tekun. Ia mengikuti pelatihan lanjutan, belajar mengelola keuangan, dan memperluas jaringan pasar.

Dalam dua tahun, dapur kecilnya berubah menjadi usaha katering rumahan. Pesanan datang dari sekolah, pengajian, hingga kantor kelurahan. Ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga SMA tanpa lagi menerima bantuan rutin.


Titik Balik: Dari Penerima Menjadi Pemberi

Ramadhan tahun lalu menjadi momen paling menggetarkan bagi Siti. Untuk pertama kalinya, ia menghitung penghasilannya dan menyadari bahwa hartanya telah mencapai nisab. Ia berkonsultasi dengan petugas zakat. Dan hari itu, ia datang ke kantor Baznas bukan sebagai mustahik—tetapi sebagai muzakki.

Tangannya bergetar saat menyerahkan zakat maal pertamanya.

“Dulu saya berdiri di sini untuk menerima. Hari ini saya datang untuk memberi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.


Transformasi yang Diharapkan Syariat

Inilah hakikat zakat dalam sistem Islam: memutus rantai kemiskinan. Rasulullah ﷺ bersabda:

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Namun hadis ini bukan untuk merendahkan penerima, melainkan untuk memotivasi agar umat Islam saling menguatkan. Zakat yang dikelola dengan baik menciptakan siklus keberkahan: mustahik diberdayakan, bangkit, lalu menjadi muzakki yang membantu orang lain.


Lebih dari Angka

Menurut laporan tahunan Baznas, program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat telah membantu ribuan UMKM mikro bertahan dan berkembang. Di berbagai daerah, petani mendapat bibit dan alat, nelayan mendapat perahu, ibu rumah tangga mendapat pelatihan menjahit dan kuliner.

Sebagian memang masih bertahan sebagai penerima. Namun sebagian lain—seperti Siti—bertransformasi.

Dan di situlah zakat menemukan makna terdalamnya.


Doa yang Berbalas

Kini, setiap kali Siti mendengar adzan Magrib di bulan Ramadhan, ia teringat masa-masa sulitnya. Ia masih menyimpan kartu mustahik lamanya, bukan sebagai kenangan pahit, tetapi sebagai pengingat bahwa Allah Maha Membolak-balikkan keadaan.

Zakat yang dulu ia terima menjadi batu pijakan untuk berdiri. Dan hari ini, zakat yang ia keluarkan menjadi jembatan bagi orang lain.

Zakat bukan hanya tentang memberi. Ia tentang mengubah nasib. Tentang mengangkat martabat. Tentang menghadirkan keadilan sosial dalam bingkai ibadah.

Dan mungkin, di suatu sudut kota hari ini, ada seorang mustahik lain yang sedang berdoa seperti doa Siti dulu:

“Ya Allah, jadikan aku suatu hari nanti termasuk orang yang mampu memberi.”

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update, wawasan Ditag dengan:Mengubah Hidup, Mustahik, Muzakki, zakat

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Peminat SNBP 2026 Melonjak : Unesa 53 Ribu, Unair & UB Kompetitif

24 Februari 2026 By zam

Takjil Berbahaya: BPOM Temukan Pewarna Sintesis Pemicu Kanker

24 Februari 2026 By admin

Ramadhan: Momentum Hijrah yang Nyata, Bukan Sekadar Wacana

24 Februari 2026 By admin

Rujak Soto: Perpaduan yang Tak Masuk Akal Tapi Dicinta

24 Februari 2026 By wah

Khutbah Jumat: Ujian Dalam Hidup

23 Februari 2026 By isa

Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit

23 Februari 2026 By admin

Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah

23 Februari 2026 By admin

Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar

23 Februari 2026 By admin

Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat

23 Februari 2026 By wah

Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

23 Februari 2026 By admin

Jatim Pecahkan Dua Rekor MURI, 20.000 Porsi Buka Puasa dan 18.000Jamaah Lantunkan Asmaul Husna

22 Februari 2026 By zam

Pemkot Surabaya Gandeng Pengembang Percepat Pendataan DTSEN

22 Februari 2026 By admin

Penjualan Tiket KA Lebaran 2026: Jutaan Terjual di Sejumlah Daops

22 Februari 2026 By admin

Presiden Kerahkan Kekuatan, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

22 Februari 2026 By admin

4 Tahun Menyalakan Optimisme: Jejak dan Ikhtiar TRIGGER.ID

22 Februari 2026 By admin

Kesiapan Lebaran 2026 di Jawa Timur Dimatangkan

21 Februari 2026 By zam

Masjid Bungkuk Singosari, Saksi Sunyi Perjuangan Sejak Era Diponegoro

21 Februari 2026 By zam

Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara

21 Februari 2026 By admin

Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

21 Februari 2026 By admin

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

21 Februari 2026 By admin

STY: Karier di Liga 1 Bukan Masalah bagi Pemain Naturalisasi

21 Februari 2026 By admin

Dua Abad Harmoni dan Cahaya Toleransi Klenteng Eng An Kiong

20 Februari 2026 By admin

Waspada Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka

20 Februari 2026 By admin

Lautaro Cedera, Inter Milan Terpukul

20 Februari 2026 By admin

Persebaya Sesuaikan Latihan di Bulan Ramadan

20 Februari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Keutamaan Dua Rakaat Sebelum Subuh dan Cahaya Cinta Allah
  • Berburu Takjil di Gaza City, Ramadan di Tengah Krisis dan Harapan
  • Liga Champions, Madrid dan Tiga Tim Lain ke 16 Besar
  • Enam Makanan Penjaga Jantung Yang Harus Anda Tahu
  • Zakat yang Mengubah Hidup: Dari Mustahik Menjadi Muzakki

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.