

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Ada sebuah hadis yang sangat menyentuh hati. Hadis ini menggambarkan betapa mulianya amal-amal tertentu, sampai-sampai surga merindukan pelakunya. Rasulullah ﷺ bersabda:
الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ: إِلَى تَالِي الْقُرْآنِ، وَحَافِظِ اللِّسَانِ، وَمُطْعِمِ الْجَائِعِ، وَصَائِمِ رَمَضَانَ
“Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang yang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”
(HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir; disebutkan dalam beberapa kitab fadha’il a’mal)
Mari kita renungkan satu per satu golongan istimewa ini.
1️⃣ Orang yang Gemar Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kalam Allah. Membacanya bukan sekadar aktivitas lisan, tapi ibadah yang menghadirkan cahaya dalam hati. Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.”
(HR. Muslim)
Allah juga berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Artinya: Orang yang membaca Kitab Allah, mendirikan shalat, dan berinfak, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi. (QS. Fathir: 29).
Maka orang yang akrab dengan Al-Qur’an sejatinya sedang membangun rumahnya di surga.
2️⃣ Orang yang Pandai Menjaga Lisannya
Banyak manusia tergelincir ke dalam neraka karena lisannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis lain, ketika Mu’adz bin Jabal bertanya tentang amalan yang memasukkan ke surga, Nabi ﷺ bersabda sambil memegang lidahnya:
كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا
“Tahanlah ini.” (HR. Tirmidzi)
Allah juga memperingatkan:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf: 18)
Setiap kata dicatat. Maka menjaga lisan adalah tanda kedewasaan iman.
3️⃣ Orang yang Memberi Makan Orang yang Lapar
Memberi makan adalah amal sosial yang sangat dicintai Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الْإِسْلَامِ أَنْ تُطْعِمَ الطَّعَامَ وَتَقْرَأَ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Amalan Islam yang terbaik adalah memberi makan dan menyebarkan salam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Allah memuji hamba-hamba-Nya:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Artinya: Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan karena cinta kepada Allah. (QS. Al-Insan: 8)
Di tengah krisis ekonomi, kenaikan harga bahan pokok, dan kesenjangan sosial, memberi makan bukan sekadar amal, tapi bentuk empati dan perlawanan terhadap egoisme.
4️⃣ Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah madrasah ruhani. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis lain:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(HR. البخاري ومسلم)
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dan Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. البقرة: 183
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah takwa. Orang yang menjaga puasanya dengan iman dan keikhlasan akan diampuni dosanya:
Apakah Kita Termasuk yang Dirindukan Surga?
Bayangkan… bukan kita yang merindukan surga, tetapi surga yang merindukan kita. Empat golongan ini bukan mustahil untuk kita raih:
- Biasakan membaca Al-Qur’an setiap hari.
- Latih lisan untuk berkata baik.
- Sisihkan rezeki untuk memberi makan yang membutuhkan.
- Jalani Ramadhan dengan iman dan kesungguhan.
Semoga Allah menjadikan kita bagian dari hamba-hamba yang ketika namanya disebut di langit, para malaikat berkata:
“Ia adalah calon penghuni surga yang dirindukan.” Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
—000—
*Direktur Eksekutif Pesantren Al Qur’an Nurul Falah Surabaya



Tinggalkan Balasan