
Surabaya (Trigger.id) – Luka Real Madrid belum sempat pulih, namun kembali terbuka di kandang sendiri. Setelah tumbang 1-2 dari Mallorca di kompetisi domestik, Los Blancos kembali menelan kekalahan dengan skor identik saat menjamu Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.
Bermain di Santiago Bernabéu, Madrid justru tampak kesulitan sejak awal. Bayern tampil lebih agresif dan langsung mengambil kendali permainan. Tim asuhan Vincent Kompany itu menekan tanpa henti, memaksa tuan rumah tak mampu mengembangkan permainan.
Dominasi Bayern nyaris berbuah cepat lewat Dayot Upamecano, meski upayanya masih bisa digagalkan di garis gawang. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil jelang turun minum. Kombinasi lini depan yang rapi diakhiri oleh Luis Díaz pada menit ke-41, memanfaatkan umpan matang Serge Gnabry.
Alih-alih bangkit, Madrid kembali terpukul di awal babak kedua. Kesalahan di lini tengah dimanfaatkan dengan cepat oleh Bayern. Michael Olise memberikan assist kepada Harry Kane yang dengan tenang mencetak gol kedua—menjadi gol ke-49-nya musim ini.
Tertinggal dua gol, Madrid mencoba merespons. Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé mulai meningkatkan intensitas serangan. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-74 ketika Mbappé mencetak gol usai menerima umpan Trent Alexander-Arnold. Meski sempat ditepis Manuel Neuer, bola tetap melewati garis gawang.
Namun, di sisa waktu pertandingan, Neuer tampil sebagai tembok kokoh. Penjaga gawang veteran Jerman itu menggagalkan berbagai peluang emas Madrid, termasuk dari Mbappé, Vinícius, hingga Éder Militão.
Bek Madrid, Antonio Rüdiger, mengakui timnya melakukan kesalahan krusial dan menyebut Neuer sebagai faktor penentu kemenangan Bayern.
“Kami kebobolan dengan cara yang seharusnya bisa dihindari. Bayern punya banyak peluang, tapi pemain terbaik di lapangan adalah Neuer,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Madrid—sebuah sinyal bahaya jelang leg kedua. Sementara itu, Bayern pulang dengan keunggulan tipis namun sangat berarti sebagai modal menuju semifinal. (ian)



Tinggalkan Balasan