
Jakarta (Trigger.id) – Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan optimal tanpa membebani jemaah dengan biaya tambahan. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri Haji dan Umrah RI serta rapat dengar pendapat dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ketua Marwan Dasopang menyatakan bahwa pihaknya memahami adanya penyesuaian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) akibat faktor eksternal seperti kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar. Namun, ia menegaskan bahwa tambahan biaya tersebut harus menjadi tanggung jawab negara, bukan dibebankan kepada jemaah.
Menurutnya, pemerintah perlu mengoordinasikan pembiayaan ini secara lintas kementerian dan lembaga agar pelaksanaannya tetap akuntabel dan sesuai regulasi. Komisi VIII juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kelancaran proses pemberangkatan jemaah dari daerah hingga ke embarkasi.
Di sisi lain, DPR mengapresiasi kesiapan layanan yang telah dipaparkan pemerintah, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Meski demikian, percepatan penyediaan perlengkapan jemaah seperti koper, seragam, dan kebutuhan lainnya tetap menjadi perhatian agar tidak menghambat tahapan pemberangkatan.
Komisi VIII turut menekankan pentingnya kualitas fasilitas akomodasi di Makkah, khususnya yang ramah bagi jemaah lanjut usia. Fasilitas seperti mushola dan tempat wudhu dinilai harus memenuhi standar kelayakan demi kenyamanan ibadah.
Selain itu, pemerintah diminta menyiapkan sistem kedaruratan yang terintegrasi, termasuk mekanisme pelacakan jemaah untuk mengantisipasi risiko tersesat selama di Tanah Suci.
Tak kalah penting, DPR juga mendorong adanya kajian komprehensif guna mencari solusi dalam memperpendek masa tunggu haji di Indonesia, dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
Melalui berbagai catatan tersebut, Komisi VIII DPR RI menegaskan tekadnya untuk menghadirkan penyelenggaraan haji 2026 yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh jemaah Indonesia. (ian)



Tinggalkan Balasan