
Surabaya (Trigger.id) – Campus League Basketball Regional Surabaya 2026 berlangsung sengit sejak awal penyelenggaraan di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya. Memasuki babak semifinal pada Selasa (28/4/2026), persaingan kian memanas dengan lahirnya para finalis dari sektor putra dan putri.
Di sektor putri, Universitas Ciputra Makassar sukses mengamankan tiket final usai menundukkan Universitas Airlangga dengan skor 52-39. Mereka akan berhadapan dengan Universitas Surabaya yang tampil luar biasa dominan setelah menghancurkan Universitas Brawijaya dengan skor telak 105-19.
Penampilan impresif tim putri Ubaya tak lepas dari kontribusi Evelyn Fiyo yang mencetak 18 poin dan menjadi motor serangan. Meski menang besar, pelatih Wellyanto Pribadi menilai timnya masih perlu evaluasi untuk menghadapi laga final. Hal senada disampaikan kapten tim Mayviana Lysandra Tandiono yang menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan tidak meremehkan lawan.

Sementara itu di sektor putra, kejutan datang dari tim luar Jawa. Universitas Cendrawasih tampil meyakinkan dengan mengalahkan Universitas Negeri Malang 92-63. Mereka akan menghadapi tuan rumah kuat, Universitas Surabaya, yang sebelumnya membantai Universitas Negeri Surabaya dengan skor mencolok 87-20.
Dominasi tim putra Ubaya terlihat sejak awal laga melalui pertahanan ketat dan serangan efektif. Mereka menutup paruh pertama dengan keunggulan jauh 46-7 dan terus menjaga intensitas hingga akhir pertandingan. Kapten tim Albert Richard menyebut kekuatan timnya terletak pada regenerasi pemain yang berjalan baik serta kedisiplinan menjalankan instruksi pelatih.
Pelatih Ubaya, Ivan Widianto Tjahjono, mengakui timnya tampil solid, namun menegaskan bahwa laga final melawan Uncen akan membutuhkan strategi khusus, terutama untuk mengantisipasi permainan agresif lawan.
Dari sisi penyelenggaraan, Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menyebut Surabaya layak dijuluki sebagai “ibukota basket” karena tingginya partisipasi tim. Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri ambil bagian dalam edisi perdana ini, meski kualitas antar tim masih beragam.
Menurut Dave, hal tersebut wajar mengingat ini merupakan musim pertama. Ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan, kompetisi ini akan mampu memetakan kekuatan tim sekaligus meningkatkan kualitas basket kampus di Indonesia secara berkelanjutan.
Campus League sendiri merupakan kompetisi olahraga mahasiswa nasional yang resmi dimulai sejak 18 Agustus 2025. Mengusung tiga pilar utama—Athleticism, Academics, dan Affinity—kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus membangun budaya olahraga kampus yang kuat di Tanah Air. (ian)



Tinggalkan Balasan