
Jakarta (Trigger.id) – Langkah Kepolisian Republik Indonesia menaikkan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi Komisaris Jenderal Polisi menandai babak baru dalam penguatan keamanan ibu kota. Kebijakan itu disebut Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Sigit, Presiden menginginkan posisi strategis di Jakarta, termasuk Pangdam dan Kapolda Metro Jaya, diisi oleh pejabat berpangkat bintang tiga. Arahan tersebut dinilai penting mengingat Jakarta memiliki posisi sentral sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, sekaligus barometer stabilitas nasional.
Dengan keputusan itu, Kapolda Metro Jaya yang saat ini dijabat Asep Edi Suheri resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal atau jenderal bintang tiga. Sebelumnya, Asep berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.
Kenaikan pangkat tersebut dikonfirmasi Polda Metro Jaya melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/Tahun 2026 tertanggal 13 Mei 2026. Perubahan ini sekaligus menempatkan jabatan Kapolda Metro Jaya sejajar dengan sejumlah posisi elite di tubuh Polri.
Di balik kenaikan pangkat itu, sosok Asep Edi Suheri bukan nama baru dalam dunia penegakan hukum. Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.
Kariernya banyak ditempa dalam penanganan kasus-kasus besar, mulai dari kejahatan siber, narkotika, hingga tindak pidana lintas negara. Rekam jejak tersebut membuatnya dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Sebelum memimpin Polda Metro Jaya, Asep pernah menjabat Kapolres Cirebon Kota pada 2011, Wakapolresta Bekasi Kota pada 2015, hingga Kapolresta Tangerang pada 2016. Namanya semakin dikenal ketika dipercaya mengisi posisi penting di Bareskrim Polri, mulai dari Wadirtipidter, Dirtipidsiber, hingga Wakabareskrim Polri.
Pada 2025, Asep resmi ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol. Karyoto yang dipromosikan menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi bintang tiga bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Di tengah kompleksitas Jakarta sebagai kota megapolitan dengan dinamika politik, ekonomi, dan keamanan yang tinggi, keputusan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memperkuat kendali dan koordinasi keamanan di ibu kota.
Dengan status baru itu, tantangan yang dihadapi Polda Metro Jaya juga semakin besar. Mulai dari pengamanan agenda nasional, penanganan kejahatan siber, pengendalian kriminalitas perkotaan, hingga menjaga stabilitas sosial di tengah mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Bagi Polri, Jakarta bukan hanya etalase keamanan nasional, tetapi juga cermin kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia. (ian)



Tinggalkan Balasan