
Jakarta (Trigger.id) – Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah mulai mengingatkan jemaah Indonesia untuk lebih bijak mengatur aktivitas harian. Di tengah suhu panas Arab Saudi dan padatnya rangkaian ibadah, kondisi fisik dinilai menjadi kunci utama agar jemaah mampu menjalani seluruh prosesi haji dengan lancar.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa masa menjelang Armuzna sebaiknya dimanfaatkan jemaah untuk menghemat energi dan menjaga stamina. Menurutnya, aktivitas fisik yang tidak mendesak perlu dikurangi agar tubuh tetap prima saat memasuki fase terberat dalam pelaksanaan ibadah haji.
Hingga memasuki hari ke-24 operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, proses keberangkatan dan pelayanan jemaah Indonesia disebut berjalan lancar. Ratusan kelompok terbang telah diberangkatkan menuju Arab Saudi, sementara sebagian besar jemaah juga sudah berada di Makkah setelah sebelumnya menjalani masa tinggal di Madinah.
Gelombang kedatangan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah pun terus berlangsung. Selain jemaah reguler, ribuan jemaah haji khusus telah tiba di Tanah Suci dan mulai mengikuti tahapan ibadah sesuai jadwal masing-masing.
Di balik kedatangan ribuan jemaah itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mempersiapkan layanan Armuzna. Berbagai aspek mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi dipastikan dalam tahap pematangan. Kesiapan tenda di Arafah disebut hampir rampung, sementara evaluasi layanan bus Masyair terus dilakukan guna memastikan mobilitas jemaah berjalan tertib saat puncak haji berlangsung.
Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kepadatan pergerakan jemaah, terutama pada jalur dari Arafah menuju Muzdalifah dan dari Muzdalifah ke Mina, yang selama ini dikenal sebagai titik paling padat dalam rangkaian ibadah haji.
Di tengah cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi, jemaah diimbau lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari. Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi serta kelelahan.
Bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta, perhatian khusus terus diberikan. Petugas kesehatan haji Indonesia aktif melakukan pemantauan dan pendampingan, baik di hotel, sektor pelayanan, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun rumah sakit rujukan di Arab Saudi.
Selain menjaga pola aktivitas, jemaah juga diminta menggunakan perlindungan sederhana seperti payung, masker, dan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah kecil tersebut dinilai penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan suhu panas yang cukup ekstrem.
Di tengah persiapan menuju Armuzna, pesan utama yang terus digaungkan pemerintah kepada jemaah adalah menjaga kesehatan sejak dini. Sebab, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang menuntut ketahanan tubuh dan kesiapan mental dalam menghadapi jutaan manusia di Tanah Suci. (ian)



Tinggalkan Balasan