
Yogyakarta (Trigger.id) – Sarapan kerap disebut sebagai salah satu bagian penting dalam pola makan sehat. Setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur malam, sarapan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk menunjang aktivitas pada pagi hingga sore hari.
Namun, sarapan bukan sekadar makan untuk menghilangkan rasa lapar. Pilihan menu juga perlu diperhatikan. Makanan yang tinggi gula, garam, lemak, tetapi rendah protein dan serat, kurang ideal jika dikonsumsi secara rutin.
Ahli gizi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Enggar Wijayanti, S.Gz., menjelaskan menu sarapan sebaiknya memiliki komposisi gizi yang seimbang. Sarapan yang baik perlu memperhatikan kecukupan protein dan serat karena dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
“Protein dan serat yang dikonsumsi saat sarapan dapat membantu mempertahankan kenyang lebih lama,” ujar Enggar dalam materi edukasi kesehatan yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan.
Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, serta lemak. Sebaliknya, menu harian perlu dibuat beragam dengan mencukupi sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan air.
Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya tidak terlalu sering dijadikan pilihan sarapan?
1. Snack Bar, Jangan Tertipu Label SehatSnack bar memang praktis untuk dikonsumsi ketika terburu-buru. Bentuknya yang ringkas dan berbagai klaim pada kemasan juga kerap membuat makanan ini dianggap sebagai pilihan sarapan sehat. Padahal, kandungan gizi setiap produk berbeda. Sebagian snack bar dapat mengandung gula tambahan cukup tinggi, sementara kandungan protein dan seratnya tidak selalu memadai.Jika dikonsumsi sebagai sarapan, snack bar akan lebih baik bila dipadukan dengan sumber protein dan buah, bukan dijadikan satu-satunya makanan.
2. Yogurt Beraroma Tinggi GulaYogurt pada dasarnya dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi. Masalahnya, tidak semua produk yogurt memiliki kandungan gula yang sama.Yogurt dengan tambahan rasa buah, cokelat, karamel, atau pemanis lainnya dapat mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan gula harian pun ikut meningkat.Kementerian Kesehatan juga menyarankan pembatasan makanan dan minuman manis sebagai bagian dari penerapan gizi seimbang. Sebagai alternatif, pilih yogurt tawar atau Greek yogurt tanpa tambahan gula, kemudian kombinasikan dengan buah segar, kacang-kacangan, atau biji-bijian sesuai kebutuhan.
3. Sandwich Cepat Saji yang Tinggi Garam dan LemakSandwich memang dapat menjadi menu sarapan praktis. Namun, pilihan bahan menjadi penentu apakah makanan tersebut termasuk sarapan yang seimbang atau tidak.Sandwich cepat saji yang menggunakan daging olahan, keju dalam jumlah banyak, saus tinggi gula atau garam, serta roti rendah serat dapat membuat asupan natrium, lemak, dan kalori menjadi lebih tinggi.Bukan berarti sandwich harus dihindari sepenuhnya. Pilihan yang lebih baik dapat dibuat dengan menggunakan roti gandum, telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu atau tempe, ditambah sayuran seperti selada, tomat dan timun.
4. Jus Buah Manis, Belum Tentu Sama dengan Buah UtuhJus buah sering dianggap sebagai pilihan sehat karena berasal dari buah. Namun, kualitasnya sangat bergantung pada cara pembuatan dan bahan yang digunakan.Jus kemasan atau jus yang diberi tambahan gula dapat meningkatkan asupan gula dan kalori. Sementara itu, mengonsumsi buah secara utuh memberikan keuntungan berupa kandungan serat yang lebih terjaga.Jika ingin minum jus saat sarapan, pilih buah segar tanpa tambahan gula dan tetap utamakan konsumsi buah utuh sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Menurut Enggar, sarapan yang sehat tidak harus selalu terdiri dari makanan tertentu. Yang lebih penting adalah terpenuhinya kebutuhan gizi secara seimbang.
Pilihan sederhana seperti nasi dengan telur dan sayuran, roti gandum dengan telur serta buah, oatmeal dengan yogurt tanpa gula dan buah, atau ubi dengan telur dan sayuran dapat menjadi alternatif sarapan.
“Prinsipnya, jangan hanya mengejar rasa kenyang. Pastikan menu sarapan juga memberikan kombinasi zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Menu sarapan yang sehat sebaiknya memiliki kandungan gizi seimbang,” kata Enggar. (wah/berbagai sumber)



Tinggalkan Balasan