
Surabaya (Trigger.id) – Ketika mendengar kata batik, busana barangkali menjadi salah satu hal yang langsung terbayang. Namun, seiring perkembangan zaman, batik telah melampaui batas dunia fesyen. Motif, warna, hingga teknik pembuatannya kini dapat diterapkan pada beragam medium, membuka ruang eksplorasi baru bagi batik untuk hadir dalam keseharian.
Salah satu bentuk eksplorasi tersebut dapat ditemukan di ranah interior. Batik tidak lagi hanya dikenakan sebagai pakaian, tetapi juga dapat menjadi elemen dekoratif yang memperkaya suasana ruang. Dari bantal dekoratif, kain pelapis, hingga hiasan dinding, sentuhan motif batik mampu menghadirkan karakter sekaligus aksen visual yang berbeda di dalam hunian.
Semangat membawa batik ke ruang yang lebih luas inilah yang menjadi bagian dari kolaborasi Vinoti Living bersama Amanda Hartanto, desainer tekstil dan fesyen di balik Amanda Hartanto Batik. Melalui perpaduan antara keahlian desain interior dan kekayaan tradisi batik, keduanya mengeksplorasi bagaimana warisan budaya Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam gaya hidup masa kini.
Kolaborasi tersebut hadir melalui Ruang Setaman, sebuah koleksi aksesori interior yang menjadikan batik sebagai elemen utama dalam konsep home and living modern. Nama “Setaman” sendiri menghadirkan gambaran tentang taman yang penuh warna dan kehidupan, selaras dengan pendekatan koleksi yang mempertemukan karakter dekoratif batik dengan estetika interior kontemporer.
Melalui koleksi ini, batik ditempatkan bukan sekadar sebagai motif tradisional, melainkan sebagai medium ekspresi yang dapat menyatu secara alami dengan berbagai gaya interior. Kehadirannya pada aksesori rumah memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk menikmati keindahan batik dalam konteks yang lebih dekat dengan keseharian, tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Ruang Setaman sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kreativitas dan inovasi. Ketika batik dibawa keluar dari pakem penggunaannya dan diterjemahkan ke dalam objek-objek interior, warisan budaya ini menemukan cara baru untuk hadir, berinteraksi, dan terus relevan di tengah kehidupan modern. (ian)



Tinggalkan Balasan