
Jakarta (Trigger.id)- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mendonasikan seluruh bonus medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 senilai Rp 1,5 miliar yang diterimanya dari pemerintah untuk membantu masyarakat dan lingkungan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Keputusan ini disampaikan atlet yang akrab disapa Jojo itu melalui unggahan di akun media sosialnya, Sabtu (7/11). Ia mengaku tergerak setelah melihat kondisi masyarakat yang harus menghadapi kesulitan akibat bencana karhutla di sejumlah daerah.”Ketika saya melihat kondisi saudara-saudara kita yang sedang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saya merasa ada sesuatu yang perlu saya lakukan,” kata Jojo dikutip dari laman LKBN Antara.
Jonatan mengatakan, keputusan diambil setelah melalui perenungan mengenai perjalanan karier sebagai atlet. Ia merasa bersyukur atas pencapaian yang diraih, termasuk apresiasi pemerintah berupa bonus atas keberhasilan mempersembahkan medali emas nomor beregu putra.Namun, di tengah kebahagiaan, ia menyadari masih banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, menghadapi kesulitan, dan membutuhkan pertolongan akibat bencana.
Menurut Jojo, bonus sebesar Rp 1,5 miliar itu sebenarnya memiliki arti penting untuk menunjang karier profesionalnya. Sebagai atlet yang harus membiayai berbagai kebutuhan pertandingan. Dana ini dapat digunakan mendukung perjalanan turnamen bersama tim selama hampir satu tahun.Meski demikian, ia memilih mengalihkan seluruh bonus karena menilai masyarakat terdampak karhutla saat ini lebih membutuhkan bantuan. “Tentu itu bukan jumlah yang kecil bagi saya.
Tetapi melihat situasi yang dialami saudara-saudara kita, saya merasa saat ini mereka jauh lebih membutuhkan,” ujarnya.Jonatan menjelaskan, donasi akan diarahkan pada tiga fokus utama, yakni bantuan kesehatan bagi anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, perlindungan satwa liar yang kehilangan habitat, serta pemulihan kawasan hutan yang rusak akibat kebakaran.
Untuk perlindungan satwa liar, bantuan diarahkan melalui Yayasan Kalaweit Indonesia. Sementara upaya pemulihan hutan dilakukan dengan mendukung program penanaman kembali pohon yang digagas Jerhemy Owen dan Feri Irwandi.Adapun bantuan kesehatan difokuskan membantu anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan asap karhutla.
Jojo mengaku prihatin terhadap dampak kebakaran yang tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem dan kehidupan satwa liar.Ia menyadari sumbangan tidak serta-merta mampu menyelesaikan seluruh persoalan akibat karhutla. Namun, ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung pemulihan lingkungan yang terdampak. “Saya berharap ada kehidupan yang bisa kita bantu, ada harapan yang bisa kita tumbuhkan kembali,” pungkasnya. ( wah)



Tinggalkan Balasan