• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Homeschooling, Masyarakat Wajib Tahu Agar Tidak Keliru

21 Agustus 2022 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Homeshooling. Foto: Ist.

Surabaya (Trigger.id) – Homeschooling adalah program belajar-mengajar yang dilakukan tanpa fasilitas sekolah umum. Meski begitu, kegiatannya tak terbatas di rumah saja.

Di negara maju, istilah homeschooling lebih dikenal dengan sebutan home education, sekolah mandiri atau home based learning yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok.

Sistem pembelajaran ini dapat menjadi alternatif bagi orangtua yang mempunyai keraguan tertentu. Misalnya dari segi kurikulum pendidikan ataupun lingkungan sekolah. Dengan homeschooling orang tua juga dapat menyeleksi sendiri pengajar dan tutor yang memang sesuai dengan kepribadian anak.

Tertarik meyekolahkan anak secara homeschooling? Homeshcooling tak selamanya membuat anak minim sosialisasi, kok. Berikut ini kelebihan-kelebihan homeschooling yang justru tidak diperoleh jika bergabung di sekolah biasa:

1. Waktu belajar fleksibel
Kelebihan utama homeschooling adalah waktu belajar yang fleksibel. Orangtua, anak, serta pengajar dapat berdiskusi untuk menentukan waktu belajar terlebih dahulu. Durasi dalam sehari pun bisa dikoordinasikan. Sehingga anak tak merasa kelelahan seperti di sekolah umum, yang mengharuskan siswa masuk dari jam tujuh pagi dan pulang di sore harinya. Selain itu, anak pun bebas untuk menentukan lokasi, frekuensi, dan jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari.

2. Mudah dipantau
Bernuansa privat, homeschooling membuat orangtua lebih mudah memantau perkembangan belajar-mengajar anak. Sebarapa jauh progres anak, dapat langsung diketahui tanpa harus meminta laporan dari guru. Bahkan sebagai penanggungjawab, orangtua bisa dengan leluasa menentukan apa dan bagaimana sistem belajarnya.

3. Suasana kondusif
Berbeda dengan sekolah formal yang cenderung serius, homechooling menawarkan suasana belajar yang fleksibel namun tetap kondusif. Jadi, anak tak merasa tertekan ketika waktunya harus sekolah. Tidak ada distraksi pula seperti di sekolah formal yang satu kelasnya saja berisi hampir 50 anak. Lebih nyaman, tenang, dan bersahabat untuk anak. Maka dari itu, anak pun cepat mengerti setiap pelajaran.

4. Mengedepankan skill
Setiap anak terlahir dengan potensi yang berbeda-beda. Tidak ada yang bisa mahir dalam berbagai hal. Inilah poin yang kurang menjadi concern sekolah formal, dimana semua murid diharuskan mempelajari subjek yang mungkin tidak mereka minati. Homeschooling lebih memfokuskan tiap siswa untuk mengasah skill mereka, sebagai bekal di dunia kerja nantinya.

5. Tetap Bersosialisasi
Homeschooling sering diidentikan dengan sekolah yang mebatasi anak untuk bersosialisasi. Padahal sesungguhnya, kini sudah banyak komunitas homeschooling di setiap daerah. Sehingga anak bisa saling bertemu, bahkan untuk belajar kelompok sesekali. Jadi, salah kaprah bila homeschooling bikin anak kuper alias kurang pergaulan. Justru anak akan diajarkan bergaul dengan berbagai usia, bukan hanya dengan yang sepantaran.

6. Pergaulan aman
Beberapa orangtua mungkin merasa khawatir dengan pergaulan sang buah hati di sekolah. Terlebih saat ini banyak kasus bullying yang mencelakakan bahkan sampai merenggut nyawa anak. Dengan menyekolahkan anak secara homeschooling, orangtua pun tak lagi harus was-was karena bisa mengontrol langsung pergaulannya.

Legalitas dan kurikulum
Menurut pakar edukasi sekaligus mantan Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Mohammad Nuh, metode homeschooling adalah proses pembelajaran yang legal. Sesuai dengan Undang-undang tentang Sitem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003.

Homeschooling memiliki kurikulum lebih fleksibel karena boleh menggunakan kurikulum seperti sekolah formal, mengikuti kurikulum dari luar negeri, atau membuat kurikulum khusus sesuai kebutuhan dan minat anak. Dengan kata lain, dalam memilih sekolah ini butuh komitmen dan kreativitas orangtua untuk mendesain serta melaksanakan model belajar sampai anak sukses mengemban pendidikannya paling tidak selama 12 tahun.

Persiapkan biayanya
Bagaimana dengan biaya yang dibutuhkan untuk homeschooling? Berbeda dengan sekolah, dimana orangtua harus mengeluarkan biaya yang telah ditetapkan (biaya gedung, seragam, buku, iuran bulanan, dan lain sebagainya). Orangtua bisa menentukan sendiri budget sesuai fasilitas yang akan diambil untuk menunjang sarana belajar-mengajar.

Menurut praktisi sekaligus pemilik Kak Seto Homeschooling (KSHS), Seto Mulyadi, biaya pendidikan homeschooling sama relatifnya dengan di sekolah umum. Semakin banyak fasilitas yang dipilih maka biayanya pun lebih tinggi. Sementara itu untuk kisaran uang pangkal homeschooling, budjet yang dibutuhkan variatif. Mulai dari Rp10 – Rp20 juta. Dengan SPP (iuran bulanan) di angka Rp 750 ribu – Rp 1,6 juta perbulan.

Jadi, sekolah umum atau homeschooling? Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai orangtua, yang terpenting harus menyesuaikan jenis sekolah dengan kebutuhan anak itu sendiri.

Libatkan mereka untuk menentukan sendiri pilihannya. Karena biar gimanapun, anak yang akan menjalani fase tersebut dalam waktu bertahun-tahun lamanya. Jadi harus senyaman mungkin agar tidak menganggu efektivitas belajar mereka.

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, Tips Ditag dengan:home based leraning, home education, Homeschooling, homeshooling sekolah alternatif

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Prancis Lebih Termotivasi Hadapi Inggris demi Golden Boot Mbappe

18 Juli 2026 By admin

Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries

17 Juli 2026 By zam

Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi

17 Juli 2026 By zam

Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua

12 Juli 2026 By admin

Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri

12 Juli 2026 By wah

Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

11 Juli 2026 By zam

De La Fuente Optimistis Spanyol Mampu Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

11 Juli 2026 By wah

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story 13, Tur Dunia Jadi Prioritas

11 Juli 2026 By zam

Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik

5 Juli 2026 By admin

Empat Tanda Calon Penghuni Surga yang Mulai Tampak Sejak di Dunia

5 Juli 2026 By admin

Jejak Kolaborasi Jatim Tekan Stunting: Penghargaan Persagi untuk Kepemimpinan Khofifah

5 Juli 2026 By admin

Arif Satria: ICMI Harus Bangun Peradaban Berbasis Data dan Integritas

4 Juli 2026 By zam

KNVB Ajukan Pengaduan Resmi atas Ujaran Rasis terhadap Tiga Pemain Belanda

4 Juli 2026 By zam

Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia

3 Juli 2026 By zam

Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan

3 Juli 2026 By wah

Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan

2 Juli 2026 By wah

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 By zam

Sensus Ekonomi 2026, Penentu Arah Pembangunan Jawa Timur

1 Juli 2026 By wah

Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus di Soetta Dipusatkan ke Terminal 2F

1 Juli 2026 By wah

Mbappe Bersinar, Prancis Melaju ke 16 Besar

1 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

30 Juni 2026 By admin

DPD RI Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Berkomitmen Sempurnakan Tata Kelola

30 Juni 2026 By zam

Paraguay dan Maroko Buat Kejutan, Singkirkan Jerman dan Belanda untuk Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

30 Juni 2026 By wah

Kemenhaj: Sekitar 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

29 Juni 2026 By zam

Khofifah Tinjau SPBU di Malang, Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Tetap Aman

29 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Rihlah Yanmu Sowan ke Bahrul Ulum Jombang, Wakafkan Dua Ambulans dan Seribu Al-Quran
  • UWKS Perkuat Budaya Literasi melalui Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Kredo Kewijayakusumaan
  • Khofifah: Data BPS Jadi Fondasi Pembangunan Presisi dan Kebijakan Tepat Sasaran
  • MUI Ingatkan AI Tak Boleh Mengikis Tradisi Sanad Keilmuan Islam
  • Survei: Mayoritas Warga AS Berpandangan Negatif terhadap Netanyahu

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.