• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 by zam Tinggalkan Komentar

Lima mahasiswa UGM Dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30–31 Mei 2026. Foto: ugm

Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan media sosial, menjadi remaja saat ini bukanlah perkara mudah. Perasaan cemas, takut dinilai, hingga tekanan untuk selalu terlihat sempurna perlahan menjadi bagian dari keseharian banyak anak muda. Krisis kesehatan mental pun kini menjelma menjadi persoalan global yang tak lagi bisa dipandang sebelah mata.Laporan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan kesehatan mental, sementara gangguan kecemasan dan depresi menjadi masalah yang paling banyak dialami. Bahkan, sejumlah penelitian terbaru mengindikasikan bahwa angka bunuh diri di Indonesia kemungkinan jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi yang selama ini tercatat.

Berangkat dari realitas tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih untuk tidak sekadar mengamati persoalan. Mereka menghadirkan sebuah solusi inovatif yang menggabungkan ilmu biologi, teknologi pangan, kedokteran, dan psikologi dalam satu ekosistem pencegahan gangguan kecemasan bagi generasi muda.Tim yang terdiri atas Ikhlasul Amal, Qorina Nisrina Hafshah, Zikra Fataha Al Mutansir, Diva Nadiartalika, dan Athar Rosyad Partadireja mengembangkan dua inovasi yang saling terhubung, yakni CalmBar dan SELF-SCAN. Keduanya dirancang bukan hanya untuk membantu seseorang merasa lebih tenang, tetapi juga membangun kemampuan mengenali serta mengelola emosinya secara mandiri.

CalmBar hadir dalam bentuk snack bar fungsional yang memanfaatkan pendekatan nutritional neuroscience dan sensory grounding. Di balik tampilannya yang sederhana, produk ini diformulasikan dari berbagai bahan alami seperti kacang hijau, biji labu, duckweed (Lemna minor), kacang tanah, madu, peppermint, kismis, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

Kombinasi bahan tersebut dipilih karena kaya akan protein nabati, magnesium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti GABA, triptofan, dan mentol yang dipercaya mampu mendukung fungsi sistem saraf, membantu menjaga suasana hati, sekaligus mendukung regulasi emosi.

Namun, bagi tim mahasiswa ini, persoalan kesehatan mental tidak cukup diselesaikan hanya melalui asupan nutrisi.Mereka menyadari bahwa kecemasan generasi muda saat ini banyak dipengaruhi oleh lingkungan digital. Paparan media sosial yang terus-menerus memicu perbandingan sosial, keinginan memperoleh validasi, hingga fenomena spotlight effect—perasaan seolah-olah setiap orang selalu memperhatikan dan menghakimi diri kita—menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan sosial.

Kesadaran itulah yang melahirkan SELF-SCAN (Self-Scan: A Youth-Driven Ecological Metacognitive System for Addressing the Global Youth Anxiety Crisis in the Digital Era), sebuah aplikasi yang dirancang membantu pengguna memahami pola pikir, mengenali emosi, serta mendeteksi pemicu kecemasan secara real time.

Dengan memanfaatkan pendekatan Ecological Momentary Assessment (EMA), aplikasi ini memantau kondisi psikologis pengguna dalam aktivitas sehari-hari sehingga mampu memberikan rekomendasi maupun intervensi yang sesuai dengan kondisi emosional saat itu.

Menurut Ikhlasul Amal, kedua inovasi tersebut memang dirancang sebagai satu kesatuan. CalmBar berfungsi memberikan dukungan biologis melalui nutrisi dan pengalaman sensorik yang menenangkan, sedangkan SELF-SCAN memperkuat aspek psikologis melalui peningkatan kesadaran metakognitif.Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur seperti Algorithmic Trigger Radar, The Auditor, dan Pattern Intelligence untuk mengenali pemicu kecemasan, melakukan refleksi diri, hingga membangun ketahanan mental secara bertahap.Pendekatan yang ditawarkan pun terasa berbeda.

Pada kemasan CalmBar, pengguna tidak hanya menemukan makanan ringan, tetapi juga panduan latihan pernapasan serta teknik grounding 5-4-3-2-1 yang dapat langsung dipraktikkan ketika rasa cemas mulai muncul. Pengalaman sederhana ini kemudian diperkuat oleh SELF-SCAN yang membantu pengguna memahami pola emosinya secara lebih mendalam.

Melalui integrasi tersebut, tim mahasiswa UGM ingin mengubah paradigma penanganan kesehatan mental. Bukan lagi menunggu seseorang mengalami gangguan berat sebelum mendapat bantuan, melainkan membangun kebiasaan preventif melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—mengonsumsi makanan sehat dan menggunakan perangkat digital.

Gagasan kreatif ini mendapat apresiasi di tingkat internasional. Dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30–31 Mei 2026, inovasi CalmBar dan SELF-SCAN berhasil meraih Silver Medal Theme Sub Health, Silver Medal Sub Theme Food, serta Favorite Poster Theme Sub Food.Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin mampu menghasilkan solusi yang relevan terhadap tantangan zaman.

Lebih dari sekadar memenangkan kompetisi, pengalaman tersebut juga membuka ruang diskusi bersama peserta dari berbagai negara mengenai masa depan penanganan kesehatan mental generasi muda.Ke depan, tim berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai karya kompetisi semata. Mereka bercita-cita melanjutkan penelitian, menyempurnakan prototipe, hingga menghadirkannya sebagai solusi nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

Di era ketika tekanan psikologis semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, secarik snack bar dan sebuah aplikasi mungkin tampak sederhana. Namun, di tangan para mahasiswa muda ini, keduanya menjadi simbol harapan bahwa menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, inovatif, dan mudah dijangkau. Sebuah ikhtiar agar generasi digital tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan zaman, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, sehat, dan berdaya. (zam)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:Camilan, inovasi, Kesehatan Mental, Mahasiswa, Mental, UGM

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

KDMP Soft Launching Oktober 2026

21 September 2026 By admin

Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

20 September 2026 By admin

Pakar ITS : Jangan Kaitkan Laka KMP Virgo Transport dengan Usia Kapal

20 September 2026 By admin

Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukti Pendidikan Bisa Beradaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

20 September 2026 By admin

Lautaro Martinez Selamatkan Inter dari Kekalahan, AS Roma Gagal Menang di Olimpico

20 September 2026 By admin

44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis

19 September 2026 By admin

Prabowo Cium Mushaf Gontor Menandai 100 Tahun Usia Pesantren

19 September 2026 By admin

Teater Jepang “Puchi Mari Mari” Hiburan Sekaligus Pertukaran Budaya

18 September 2026 By admin

Suara Sound Horeg Melebihi 110 Desibel, Risiko Jantung dan Pendengaran

18 September 2026 By admin

Investor Pasar Modal Malang Raya Melonjak 78%, Apa Yang dibeli ?

17 September 2026 By admin

Dua Sesar Aktif Melintasi Surabaya, BPBD Gencar Mitigasi Gempa

17 September 2026 By admin

Di Balik Laut Raja Ampat, Penyu Sisik yang Tak Boleh Hilang

17 September 2026 By isa

Mendagri Kaji Aturan Sound Horeg, Batas Desibel Jadi Sorotan

16 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan
  • Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Rayakan Beragam Potensi Anak di Surabaya dan Malang
  • Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Dibuka Hari Ini, Gratis Selama 14 Hari
  • Gaya Hidup Tak Sehat Picu Serangan Jantung Usia Muda
  • Rumah Kaca Sekolah Bumi Shalawat Jadi Laboratorium Agrikultur Modern

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.