• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Omicron Subvarian BF.7, Ujian Pertama Pasca Pencabutan PPKM

1 Januari 2023 by isa Tinggalkan Komentar

“Hingga 27 Desember 2022, kasus Covid-19 tercatat hanya 1,7 kasus per satu juta penduduk.”

Oleh: dr. Ari Baskoro, Sp.PD-KAI (Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr.Soetomo –Surabaya)

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut. Terhitung sejak 30 Desember 2022, tidak akan ada lagi pembatasan kerumunan ataupun kegiatan masyarakat. Semuanya bebas beraktivitas. Kebijakan itu bisa dibaca sebagai sinyal peralihan.Persiapan menyongsong fase pandemi ke endemi. Semua kegiatan perekonomian yang cukup lama tersendat,kini bisa dilakukan tanpa ada embel-embel pembatasan lagi. Cukup melegakan. Setidaknya bagi pelaku bisnis. Itu merupakan peluang untuk meningkatkan kinerja ekonomi tahun 2023 yang diprediksi tidak akan berjalan baik-baik saja. Banyak pihak memprediksi akan terjadi resesi global tahun 2023.

Hampir dua tahun PPKM menjadi instrumen penting menekan dampak negatif pandemi. Sejak pertama kalinya diterapkan pada 11 Januari 2021, telah “berganti nama” beberapa kali. Ada PPKM mikro. Ada pula PPKM darurat. Sebelum PPKM dengan skala mulai tingkat pertama hingga keempat, pemerintah sempat memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Semua istilah yang tidak mudah dipahami oleh sebagian masyarakat tersebut, prinsipnya bertujuan sama. Membendung laju penularan Covid-19 ! Pijakannya adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018, tentang Kekarantinaan Kesehatan.Dalam penerapannya, aturan hukum itu  “terpaksa dimodifikasi”. Mengacu pada UU tersebut, khususnya dalam pasal 4, tertera kewajiban pemerintah. Bentuk kewajibannya memberikan  perlindungan pada rakyat,terhadap  penyakitdan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat. Risiko yang  berpotensi menimbulkan kedaruratan itulah  yang harus dimitigasi. Upayanya melalui penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan. PSBB ataupun PPKM, merupakan pola  modifikasi. Tujuannya agar pemenuhan kebutuhan pokok seperti yang diatur dalam UU Kekarantinaan, tidak terlalu membebani  keuangan negara.

“Gas” dan “rem” antara ekonomi dan kesehatan

Berlakunya PPKM, pasti berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Namun di sisi lain, juga berimbas pada sektor ekonomi mikro.Termasuk di antaranya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Terjadi penurunan omset yang sangat signifikan di berbagai bidang usaha. Melemahnya konsumsi rumah tangga atau menurunnya daya beli, semakin banyak dirasakan warga masyarakat.

Sektor lainnya juga terkena efek domino. Bisnis pariwisata, perhotelan, restoran, dan retail, mengalami penurunan omset yang cukup drastis. Masalah itu ada keterkaitannya  dengan menurunnya kunjunganwisatawan mancanegara maupun domestik. Arus distribusi barang, produksi,dan jasa, termasuk perkoperasian, jugamengalami penekanan yang signifikan. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan toko, terjadi dimana-mana. Iklim investasi juga menurun tajam. Ekspor Indonesia pun berkurang jauh. Situasi ini tidak terlepas dari perlemahan situasi ekonomi global.

Tidak mudah bagi pemerintah membentuk keseimbangan, antara kepentingan ekonomi dan kesehatan. Bila status ekonomi dipulihkan, imbasnya terjadi peningkatan pertambahan kasus Covid-19 yang signifikan. Demikian pula terjadi pada hal yang sebaliknya. Strategi “Gas” dan “rem”, merupakan cara pemerintah menyeimbangkan dua fenomena yang sulit berjalan secara beriringan. Namun tidak sedikit pakar ekonomi dan kesehatan yang mengkritisi strategi itu. Menurutnya, hal itu mencerminkan miskinnya perencanaan. Seharusnyapenyebaran Covid-19 bisa diprediksi dengan keakurasian yang tinggi, jika datanya memang kredibel. Basisnyaadalah bukti-buktiilmiah dan ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Bukan bersifat trial and error.

Situasi global

Indikator epidemiologi Covid-19 di Indonesia, menunjukkan grafik yang membaik. Hingga 27 Desember 2022, kasus Covid-19 tercatat hanya 1,7 kasus per satu juta penduduk. Positivityrate mingguan juga berada di angka 3,35 persen.Angka perawatan di rumah sakit sekitar 4,79 persen. Demikian pula angka kematian, hanya tercatat sebesar 2,39 persen. Semuanya masih berada di bawah standar yang telah ditetapkan WHO.

Situasi Covid-19 yang melandai di Indonesia, ternyata tidak sinkron dengan keadaan pandemi di China. Saat ini negara tirai bambu itu, justru mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa. Sejak kebijakan nol-Covid dicabut pada tanggal 7 Desember 2022, diperkirakan ratusan juta rakyat negeri Panda itu terpapar Covid-19. Sebanyak 37 juta pertambahan kasus, diduga terjadi hanya dalam tempo satu hari saja. Itu tercatat pada 20 Desember 2020. Rumah sakit dikabarkan tertekan.Mereka tidak mampu lagi menampung lonjakan pasien yang luar biasa. Tempat-tempat kremasi pun, kewalahan menangani kasus-kasus yang meninggal. Sayangnya akurasi data sulit didapatkan. Pemerintah China memutuskan tidak akan memberikan lagi pembaharuan data statistik harian. Cara pelaporan kasus kematiannya pun “dimodifikasi”. Pemerintah setempat melaporkan kematian Covid-19,hanya pada kasus-kasus yang mengalami pneumonia atau terjadi gagal nafas saja. Covid-19 pada penyandang komorbid atau yang mempunyai latar belakang penyakit lainnya, tidak diperhitungkan sebagai Covid-19, bila meninggal. Bahkan para ahli epidemiologi memprediksi, antara satu hingga dua juta orang akan meninggal akibat Covid-19, pada tahun 2023. Bila tanpa pembatasan, liburan Tahun Baru Imlek antara 21-27 Januari 2023, akan memperparah kondisi pandemi di China.

Situasi memprihatinkan di China, menimbulkan kekhawatiran negara-negara lain. Kondisi sulit iniberisiko bisa merembet. Khususnya pada negara-negara yang memiliki kapasitas sistem kesehatan yang terbatas. Cakupan vaksinasi yang rendah, utamanya pada individu lansia dan penyandang komorbid, bisa menjadi mimpi buruk bagi negara tersebut. Misalnya pada negara-negara di Afrika. Negara yang memiliki hubungan yang dekat dengan China, bisa jadi kena imbasnya. Italia, Jepang, India, Malaysia, Taiwan, dan Amerika Serikat, telah melakukan pembatasan pada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari dan ke China.Di sisi lain, Indonesia tidak memberikan syarat khusus bagi pelancong asal negeri tirai bambu tersebut. Diberitakan, terjadi peningkatan yang tajam pemesanan tiket warga China ke luar negeri. Itu terjadi setelah Beijing melonggarkan aturan Covid-19, mulai 8 Januari 2023.

Disinyalir gelombang Covid-19 yang menghebohkan seluruh dunia itu, dipicu oleh  omicron subvarian baru, yaitu BF.7.

Omicron subvarian BF.7

Tidak hanya di China, saat ini omicron subvarian BF.7 juga menyatroni beberapa  negara lainnya. Indonesia juga telah mendeteksi keberadaan virus ini. Tidak seluruhnya berasal dari PPLN. Beberapa kasus diduga berasal dari penularan lokal. Walaupun sudah menyebar di berbagai penjuru dunia, tetapi dampak buruknya justru mencengangkan di negara dengan penduduk 1,4 miliar jiwa itu. Misalnya di Amerika Serikat dan Inggris. Di kedua negara tersebut, porsi BF.7 malah tidak signifikan. Bahkan cenderung menurun. Sementara itu, belasan kasus BF.7 yang dilaporkan di Indonesia, malah dinyatakan sudah sembuh.

Rendahnya tingkat imunitas warga China, diduga menjadi latar belakangnya. Mereka terlambat melakukan vaksinasi pada lansia. Vaksinasinya pun menggunakan jenis konvensional, berasal dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). Tipologi vaksin ini terbukti kurang efektif dibanding vaksin m-RNA, dalam mencegah penularan, menekan parahnya penyakit dan angka rawat inap, serta kematian. Fatalitas dapat terjadi khususnya pada lansia dan penyandang komorbid. Strategi nol-Covid yang diterapkan China selama ini, juga ikut memengaruhi. Faktor lockdownyang cukup lama, membuat warga China jarang terpapar mikroba patogen, termasuk varian-varian omicron. Imunitas alamiahnya menjadi kurang terlatih.

BF.7 dalam bidang virologi disebut BA.5.2.1.7. Virus tersebut merupakan “turunan” dari omicron BA.5. Mempunyai karakter yang mudah menular.Angka reproduksinya (RO) bisa mencapai 10 hingga 18. Artinya satu orang yang terinfeksi, mampu menularkan virus ke sedikitnya 10 orang lainnya. Omicron “induknya”, memiliki RO rata-rata 5,08.Masa Inkubasi BF.7 pun lebih pendek, dibanding varian-varian lainnya. Mutasi yang terjadi, berdampak pada meningkatnya kemampuan subvarian tersebut menghindari antibodi. Baik yang terbentuk secara artifisial melalui vaksinasi, ataupun antibodi pasca sembuh dari Covid-19 ( penyintas).

Gejala yang ditimbulkan BF.7, tidak jauh berbeda dengan omicron subvarian lainnya. Gejala khas pada saluran napas, dapat berupa batuk kering, nyeri tenggorok, pilekdan rasa lelah. Demam dan gejala pada saluran pencernaan (muntah-muntah, diare), juga sering terjadi. Secara umum,paparan pada usia muda, terlebih yang sudah divaksinasi lengkap dan booster, tidak menimbulkan dampak yang berat. Semoga dengan berakhirnya PPKM di Indonesia, tidak berdampak meningkatnya BF.7. Optimisme kita akan tetap terjaga, selama konsisten menjalankan protokol kesehatan, disertai vaksinasi lengkap dan booster.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, nusantara, Tips

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Prediksi Hujan Petir Landa Puluhan Wilayah di Jawa Timur

23 April 2026 By admin

Khidmat dan Haru, Kloter Perdana Haji 2026 dari Surabaya Resmi Diberangkatkan

23 April 2026 By admin

Bupati Banyuwangi Gratiskan PBB Ribuan Warga Miskin, Daerah Lain Kapan Menyusul ?

22 April 2026 By zam

Menjemput Pagi, Menyalakan Semangat Kartini dari Balik Kemudi

22 April 2026 By zam

Eliminasi TBC, Kemenkes dan BPOM Percepat Inovasi Alat Kesehatan

21 April 2026 By admin

“Liquid Salad”: Minum Sayur Jadi Tren, Sehatkah atau Sekadar Praktis?

21 April 2026 By admin

NIK Mantan Suami Lalai Nafkah Bakal Dinonaktifkan

20 April 2026 By zam

Fakta Ketika 4,1 Juta Konten Negatif Ditangani Kemkomdigi

20 April 2026 By admin

Mengenal “Peakspan”: Ukuran Baru Penuaan yang Sedang Dibahas Ilmuwan

20 April 2026 By admin

Arsenal Masih Pimpin Klasemen, Manchester City Kian Dekati Puncak

20 April 2026 By admin

Indonesia Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026, Terapkan B50 Berbasis Sawit

20 April 2026 By admin

Dari Rumah untuk Dunia: Strategi Eropa Hadapi Krisis Energi

20 April 2026 By admin

Berapa Jumlah Push-Up yang Idealnya?, Ini Standarnya Berdasarkan Usia

19 April 2026 By admin

Seribu Penari, Satu Nusantara: TMII Satukan 34 Provinsi dalam Rekor Bersejarah

19 April 2026 By admin

Minyak Rusia Menggoda Indonesia: Murah di Harga, Rumit di Jalur

19 April 2026 By wah

Menata Ulang Biaya Haji: Jangan Terjebak Ketergantungan APBN

19 April 2026 By admin

Presiden Ingatkan Jenderal TNI-Polri: Pangkat Bintang Mereka dari Rakyat

18 April 2026 By admin

Inter Tekuk Genoa 2-1, Kembali Puncaki Serie A

18 April 2026 By zam

Inter Tekuk Genoa 2-1, Kembali Puncaki Serie A

18 April 2026 By zam

Gayam: Dari Buah Pinggiran Menjadi Harapan Baru Lawan Diabetes

18 April 2026 By admin

Masak di Rumah Ternyata Bisa Bantu Jaga Otak Tetap Tajam di Usia Senja

18 April 2026 By admin

Waspadai Hemofilia, Saat Darah Sulit Membeku dan Sendi Mulai Bermasalah

18 April 2026 By isa

Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Kini Jangkau 10 Negara

18 April 2026 By admin

Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Wafat di Usia 54 Tahun

18 April 2026 By admin

Inggris–Prancis Siap Pimpin Misi Global Amankan Selat Hormuz

18 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Napoli Pesta Gol 4-0 atas Cremonese, Tekan Jarak dari Inter di Papan Atas
  • Bandara Madinah Sediakan Layanan Gratis untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas
  • MUI Ajak Dai Bangun Mindset Kaya demi Kemandirian dan Dakwah
  • Surabaya Ubah Arus Air, Target Bebas Banjir 2026
  • Film Baru ‘The Lord of the Rings’ Siap Tayang 2027 dengan Deretan Bintang Lama dan Baru

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.