
Surabaya (Trigger.id) – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi militer menyusul meningkatnya ketegangan yang dipicu persoalan implementasi nota kesepahaman (MoU) pascakonflik. Kedua negara dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, pada Selasa guna membahas situasi di Selat Hormuz.
Laporan Axios menyebutkan, gesekan terbaru muncul akibat perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan MoU, terutama yang berkaitan dengan keamanan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan kedua pihak telah menyepakati penghentian seluruh aktivitas bersenjata sebagai langkah awal untuk meredakan situasi.Dalam kesepakatan sebelumnya, Iran berkomitmen menjaga keamanan pelayaran kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat sepakat mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada pertemuan yang berlangsung di Swiss pekan lalu, delegasi kedua negara juga menyetujui pembentukan jalur komunikasi langsung antara militer Amerika Serikat dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Mekanisme tersebut dirancang untuk memperlancar koordinasi terkait lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Meski demikian, hingga akhir pekan jalur komunikasi itu dilaporkan belum beroperasi. Iran tetap menegaskan bahwa setiap kapal yang akan melintasi Selat Hormuz harus melakukan koordinasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Awalnya, perundingan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Swiss dengan agenda utama membahas program nuklir Iran. Namun, perkembangan terbaru di kawasan membuat lokasi pertemuan dipindahkan ke Doha, sementara fokus pembahasan bergeser pada upaya menjaga stabilitas dan keamanan Selat Hormuz.
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Teheran sempat mengalami hambatan setelah ketegangan kembali meningkat.Sebagai informasi, nota kesepahaman yang mulai berlaku pada 18 Juni itu ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dokumen tersebut mencakup penghentian konflik, pembukaan kembali akses Selat Hormuz, pencabutan blokade laut terhadap Iran, serta komitmen melanjutkan dialog mengenai program nuklir Teheran. (ian)



Tinggalkan Balasan