• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Di Balik Fleksibilitas WFA: Beban Psikologis ASN yang Kerap Terabaikan

23 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi pegawai merasa jenuh/stres dampak kebijakan WFA. Foto: Arsip

Surabaya (Trigger.id) – Ketika pemerintah Indonesia bersiap menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara mulai April 2026, narasi besar yang dibangun berfokus pada efisiensi. Penghematan bahan bakar, pemangkasan anggaran perjalanan dinas, serta percepatan transformasi digital menjadi alasan utama di balik kebijakan ini.

Secara perhitungan, langkah tersebut tampak logis dan terukur. Namun di balik optimisme itu, terselip satu aspek penting yang nyaris luput dari perhatian: kesehatan psikologis jutaan ASN yang akan menjalani perubahan besar dalam pola kerja mereka.

Di sinilah muncul istilah technostress, sebuah konsep dalam manajemen sumber daya manusia modern yang merujuk pada tekanan psikologis akibat ketidakmampuan individu beradaptasi dengan tuntutan teknologi digital. Berbeda dari stres kerja konvensional yang biasanya bersumber dari beban tugas atau konflik interpersonal, technostress lahir dari sistem kerja itu sendiri—mulai dari notifikasi tanpa henti, penggunaan berbagai platform digital, hingga ekspektasi respons cepat yang sering kali melampaui batas waktu kerja.

Transformasi digital yang tidak disiapkan secara matang berpotensi menciptakan beban baru. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa digitalisasi di sektor publik, jika tidak dilakukan secara partisipatif, dapat memicu kelelahan mental, digital overload, hingga penurunan kinerja pegawai.

Bagi ASN di Indonesia, tantangan ini bahkan berlapis. Pertama, struktur birokrasi yang hierarkis membuat koordinasi yang dulunya bisa diselesaikan dalam satu pertemuan tatap muka kini harus melalui rantai komunikasi digital yang panjang. Informasi datang dari berbagai arah—rapat daring, sistem pelaporan, portal administrasi, hingga grup pesan—yang semuanya menuntut perhatian dalam waktu bersamaan.

Lapisan kedua adalah tekanan akuntabilitas publik. ASN tidak hanya bertanggung jawab kepada atasan, tetapi juga kepada masyarakat. Dalam sistem kerja digital tanpa batas yang jelas, garis antara jam kerja dan waktu pribadi menjadi kabur. Budaya always-on pun muncul secara perlahan, bukan karena aturan resmi, melainkan karena tuntutan yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Sementara itu, lapisan ketiga sering kali terabaikan: kesenjangan literasi digital. Tidak semua ASN memiliki kemampuan dan akses teknologi yang sama. Di daerah terpencil, keterbatasan infrastruktur internet masih menjadi kendala nyata. Namun di saat yang sama, mereka dituntut memenuhi standar kerja digital yang dirancang dengan perspektif wilayah perkotaan.

Kondisi ini dapat memunculkan rasa tidak percaya diri hingga tekanan psikologis yang mendalam. Dalam jangka panjang, hal tersebut berpotensi menggerus motivasi kerja dan berdampak pada kualitas pelayanan publik.

Ironisnya, berbagai strategi efisiensi yang disiapkan pemerintah—mulai dari fleksibilitas kerja, penguatan platform digital, pembatasan perjalanan dinas, hingga efisiensi gedung—lebih banyak berfokus pada aspek teknis dan infrastruktur. Dimensi psikologis para pelaksana kebijakan justru belum mendapat perhatian yang memadai.

Padahal, pengalaman sejumlah negara seperti Belanda, Selandia Baru, dan kawasan Nordik menunjukkan bahwa keberhasilan kerja fleksibel di sektor publik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada perlindungan terhadap kesehatan mental pegawai.

Salah satu kunci yang diterapkan adalah adanya kebijakan right to disconnect, yaitu aturan yang menjamin pegawai tidak diwajibkan merespons pekerjaan di luar jam kerja. Kebijakan ini menjadi pagar penting untuk mencegah kelelahan digital berkembang menjadi budaya kerja yang tidak sehat.

Pada akhirnya, WFA bukan sekadar soal di mana pekerjaan dilakukan, tetapi juga bagaimana manusia di dalamnya mampu bertahan dan berkembang. Tanpa perhatian pada aspek psikologis, efisiensi yang diharapkan justru bisa berubah menjadi beban baru yang tak kasatmata—pelan, namun pasti menggerus kualitas kerja dan kesejahteraan para abdi negara. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:ASN, Beban Psikologis, Fleksibilitas, Stres, WFA

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

KDMP Soft Launching Oktober 2026

21 September 2026 By admin

Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

20 September 2026 By admin

Pakar ITS : Jangan Kaitkan Laka KMP Virgo Transport dengan Usia Kapal

20 September 2026 By admin

Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukti Pendidikan Bisa Beradaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

20 September 2026 By admin

Lautaro Martinez Selamatkan Inter dari Kekalahan, AS Roma Gagal Menang di Olimpico

20 September 2026 By admin

44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis

19 September 2026 By admin

Prabowo Cium Mushaf Gontor Menandai 100 Tahun Usia Pesantren

19 September 2026 By admin

Teater Jepang “Puchi Mari Mari” Hiburan Sekaligus Pertukaran Budaya

18 September 2026 By admin

Suara Sound Horeg Melebihi 110 Desibel, Risiko Jantung dan Pendengaran

18 September 2026 By admin

Investor Pasar Modal Malang Raya Melonjak 78%, Apa Yang dibeli ?

17 September 2026 By admin

Dua Sesar Aktif Melintasi Surabaya, BPBD Gencar Mitigasi Gempa

17 September 2026 By admin

Di Balik Laut Raja Ampat, Penyu Sisik yang Tak Boleh Hilang

17 September 2026 By isa

Mendagri Kaji Aturan Sound Horeg, Batas Desibel Jadi Sorotan

16 September 2026 By admin

Expo UMKM Madiun Jadi Pintu Gerbang Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

15 September 2026 By admin

Kembali Dipercaya, Abdul Sobur Pimpin HIMKI hingga 2030

15 September 2026 By admin

Prof Muzakki Kembali Pimpin UINSA Surabaya

15 September 2026 By admin

Suahasil Nazara Jadi Menkeu, DPR Sebut Prudent dan Paham Fiskal

15 September 2026 By admin

Waspada Cuaca Berubah, Tubuh Jangan Lengah

14 September 2026 By admin

Pemerintah Bangun Museum Majapahit di Trowulan, Jadi Ikon Budaya Indonesia 

14 September 2026 By zam

Indonesia Siap Gebyar FIFA ASEAN Cup 2026

13 September 2026 By admin

SAR Kerahkan Helikopter dan Kapal, Cari Virgo Transport 8 Hilang Kontak

13 September 2026 By admin

Pengusaha Sound Horeg Datangi MUI Jatim dan Minta Maaf

13 September 2026 By admin

Prabowo Hadiri KTT BRICS, Dorong Tatanan Ekonomi Global Lebih Inklusif.

12 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Guruh Soekarnoputra, Merawat Warna Budaya Indonesia Sampai Akhir Hayat
  • Beasiswa Khofifah ke Al Azhar, Santri Jatim Menorehkan Prestasi di Kairo
  • Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun
  • Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis
  • Memilih Yang Benar Dan Tawakal

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.