
Jakarta (Trigger.id) – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu perna pasan, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Asap mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, serta berbagai senyawa hasil pembakaran yang dapat masuk jauh ke dalam tubuh.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan anak-anak dan ibu hamil termasuk kelompok yang paling rentan terhadap polusi udara. Paparan selama kehamilan berkaitan dengan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, sementara paparan pada masa kanak-kanak dapat mengganggu perkembangan paru, otak, serta kesehatan jangka panjang.
Menurut Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama, M.D., Ph.D., Sp.P(K), PM2.5 merupakan salah satu komponen berbahaya dalam asap kebakaran karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan memicu peradangan.
“Pada anak, gangguan pernapasan yang berulang dapat mengganggu aktivitas, tidur, nafsu makan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan,” urai Prof Tjandra.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan bahwa PM2.5 dari karhutla dapat mengganggu paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
Perlindungan anak harus dilakukan sejak kualitas udara mulai memburuk. Orang tua sebaiknya mengurangi aktivitas anak di luar ruangan, menutup jendela dan ventilasi yang menjadi jalur masuk asap, serta menggunakan penyaring udara atau air purifier bila tersedia.
“Jika harus berada di luar, penggunaan respirator seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel halus. Anak juga perlu mendapat makanan bergizi seimbang, cukup minum, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala,” pesannya.
Kemenkes secara khusus menganjurkan masyarakat di wilayah terdampak karhutla menggunakan masker, memantau kualitas udara, dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. (wah)



Tinggalkan Balasan