
Foto ilustrasi : Para nelayan berhenti melaut bila ada banjir rob
Surabaya (Trigger.id) – Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan melanda kawasan pesisir Kota Surabaya selama 11 hari, mulai 20 hingga 30 September 2026.
Peringatan ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyusul informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak.
Fenomena pasang maksimum air laut diperkirakan terjadi akibat Super New Moon yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut di sejumlah wilayah pesisir.
Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengaku menyiapkan sejumlah langkah mitigasi mengantisipasi dampak banjir rob.
Upaya ini mencakup mitigasi struktural berupa optimalisasi infrastruktur pengendalian air serta mitigasi nonstruktural melalui sistem peringatan dini dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
“Pemkot mengoptimalkan fungsi pintu air dan rumah pompa. Sistem pintu air otomatis atau flat gate akan menutup saat air laut pasang, sementara rumah pompa disiagakan untuk mengalirkan genangan agar dapat kembali ke laut,” ujar Irvan, Selasa (22/9/2026).
Bukan itu saja. Pemkot Surabaya juga terus melakukan normalisasi saluran drainase di berbagai wilayah. Pengerukan dilakukan untuk mengangkat endapan lumpur, pasir, serta sampah yang berpotensi menghambat aliran air.
Menurut Irvan, pemeliharaan saluran drainase dilakukan secara berkala guna menjaga kapasitas tampung dan memperlancar aliran air. Pembersihan dilakukan dua kali dalam setahun.
BPBD Surabaya juga memperkuat mitigasi nonstruktural. Salah satunya dengan memaksimalkan pemantauan kondisi cuaca serta pasang surut air laut melalui sistem peringatan dini atau early warning system (EWS).
Informasi mengenai potensi pasang tinggi akan diteruskan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan pesisir dan wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob.
Irvan meminta warga di kawasan pesisir tidak mengabaikan informasi peringatan dini. Warga diharapkan segera menuju lokasi yang lebih aman apabila terjadi kenaikan air yang berpotensi membahayakan.
Untuk mendapatkan informasi maupun bantuan dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112. Warga juga dapat menyampaikan laporan melalui WhatsApp BPBD Surabaya di nomor 0811-3111-2112. (wah)



Tinggalkan Balasan