• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kue Kering Lebaran: Dari Nastar hingga Kastengel, Rasa yang Selalu Pulang

21 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Nastar hingga Kastengel Kue Kering Lebaran yang selalu ada. Foto: Youtube

Surabaya (Trigger.id) – Di setiap perayaan Idul Fitri, ada satu pemandangan yang nyaris tak pernah berubah: deretan toples berisi kue kering di ruang tamu. Di antara berbagai pilihan, dua nama selalu hadir dan seolah tak tergantikan—nastar dan kastengel. Keduanya bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari ingatan kolektif yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Nastar, dengan bentuk bulat mungil dan isian selai nanas yang manis-asam, selalu menjadi favorit lintas generasi. Sementara kastengel, dengan cita rasa gurih dari keju yang kuat, menawarkan sensasi berbeda yang melengkapi kehangatan suasana Lebaran. Perpaduan keduanya menciptakan keseimbangan rasa—manis dan asin—yang seolah mencerminkan harmoni dalam kebersamaan keluarga.

Menariknya, kedua kue ini memiliki akar sejarah yang panjang. Nastar diyakini berasal dari pengaruh kuliner Belanda pada masa kolonial, dari kata ananas dan taart. Di Indonesia, ia bertransformasi menjadi versi mini yang praktis. Kastengel pun demikian, berasal dari kaasstengels yang berarti batang keju, lalu diadaptasi menjadi kue kering dengan cita rasa khas Nusantara.

Menurut pakar kuliner dan pembuat kue, Sisca Soewitomo, kekuatan nastar dan kastengel justru terletak pada kesederhanaannya. “Kunci kue kering Lebaran itu bukan hanya di resep, tapi di ketelatenan. Nastar harus lembut dengan isian yang seimbang, sementara kastengel harus terasa kejunya tanpa terlalu keras,” ujarnya dalam berbagai kesempatan berbagi resep.

Lebaran, Saatnya Kastengel dan Nastar Unjuk Gigi

Lebaran menjadi momen di mana kedua kue ini tidak hanya disajikan, tetapi juga diproduksi secara besar-besaran. Dapur-dapur rumah tangga berubah menjadi ruang kreativitas. Ibu, nenek, hingga anak-anak terlibat dalam proses membuat adonan, membentuk, hingga memanggang. Aktivitas ini bukan sekadar memasak, melainkan tradisi yang mempererat hubungan keluarga.

Chef pastry William Wongso juga menilai bahwa kue kering Lebaran adalah bentuk akulturasi budaya yang berhasil. “Kita tidak sekadar meniru resep Barat, tapi mengolahnya sesuai karakter lokal. Itu yang membuat nastar dan kastengel punya identitas Indonesia,” jelasnya.

Di tengah perkembangan zaman, kue kering Lebaran terus berinovasi. Nastar hadir dengan berbagai varian, sementara kastengel tampil lebih modern dengan bahan premium. Namun, versi klasik tetap menjadi primadona. Ada rasa yang tak tergantikan—rasa yang membawa pulang kenangan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kue kering Lebaran bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang nostalgia. Satu gigitan nastar bisa membawa seseorang kembali ke masa kecil, ke suasana rumah yang ramai, atau ke sosok ibu yang sibuk di dapur. Begitu pula kastengel, yang sering kali menjadi teman setia obrolan hangat saat silaturahmi.

Pada akhirnya, nastar dan kastengel adalah lebih dari sekadar kue. Mereka adalah simbol kebersamaan yang terus hidup. Di setiap Lebaran, keduanya kembali hadir, mengingatkan bahwa dalam tradisi, yang sederhana justru menjadi yang paling bermakna. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, seni budaya, update, wawasan Ditag dengan:Camilan, Kastengel, Kue Kering, lebaran, Nastar, Rasa

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Di Tengah Terik Makkah, Fransiska Mengabdi untuk Para Tamu Allah

10 Mei 2026 By admin

Persib Bidik Kemenangan atas Persija untuk Amankan Peluang Juara

10 Mei 2026 By admin

Manchester City Tekuk Brentford 3-0, Persaingan Gelar Liga Inggris Makin Sengit

10 Mei 2026 By admin

Di Balik Gunungan Sampah: Ketika Open Dumping dan Pembakaran Ilegal Menjadi Jalan Pintas

10 Mei 2026 By admin

Vitamin D Berpotensi Menekan Risiko Diabetes

9 Mei 2026 By wah

Performa MU Meningkat, Tapi Masa Depan Michael Carrick Masih Dipertanyakan

9 Mei 2026 By wah

Ramaikan Piala Dunia, Shakira Rilis Lagu Resmi World Cup 2026 Bersama Burna Boy

9 Mei 2026 By admin

Satgas Haji Nonprosedural Diperkuat, Puluhan Calon Jemaah Gagal Berangkat

8 Mei 2026 By admin

ISKI Jatim Satukan Akademisi dan Praktisi Perkuat Budaya Komunikasi dan Literasi

8 Mei 2026 By wah

Persib Siap Pertahankan Dominasi atas Persija di Samarinda

8 Mei 2026 By admin

BRI Surabaya Genjot Penyaluran KUR, UMKM Produktif Jadi Fokus Utama

8 Mei 2026 By admin

Telur Dibagi Gratis, Jeritan Peternak yang Tak Lagi Sanggup Bertahan

8 Mei 2026 By isa

PSG Melaju ke Final Liga Champions Setelah Singkirkan Bayern Muenchen

7 Mei 2026 By admin

Di Balik Perpres Ekstremisme: Antara Upaya Keamanan dan Kekhawatiran Kebebasan Sipil

7 Mei 2026 By admin

Membangun Harapan dari Ruang Kelas dan Revitalisasi Puluhan Ribu Sekolah di 2026

7 Mei 2026 By admin

Indonesia Dibawah Bayang-Bayang El Nino dan Ancaman Karhutla

7 Mei 2026 By admin

Ambisi Turki Mengukir Kekuatan Baru Lewat Rudal Yildirimhan

6 Mei 2026 By admin

Perketat Pengawasan, 10 WNI Diamankan Terkait Haji Ilegal di Arab Saudi

6 Mei 2026 By admin

Saka Jadi Penentu, Arsenal Singkirkan Atletico dan Melaju ke Final Liga Champions

6 Mei 2026 By isa

Kampus dan MBG: Dari Ruang Kelas ke “Laboratorium Hidup” Peningkatan Gizi Nasional

6 Mei 2026 By admin

Menua Tanpa Jaminan: Potret Generasi yang Terpaksa Bekerja di Usia Pensiun

5 Mei 2026 By wah

Wamenhaj: Jamaah Lansia Utamakan Ibadah Wajib

5 Mei 2026 By admin

Bayang-Bayang Korupsi di Balik Program Sekolah Rakyat, Begini ‘Warning’ Dini KPK

5 Mei 2026 By admin

Anak-Anak di Dunia Digital Tanpa Pintu Pengaman: Saatnya Platform Bertanggung Jawab

5 Mei 2026 By admin

Emil Dardak Kukuhkan IPHI Surabaya, Dorong Peran Nyata untuk Sosial dan Ekonomi Umat

4 Mei 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Waspada Hantavirus, Dosen FKK ITS Ajak Kenali Ancaman dan Gejalanya
  • “Date Cancelled”, Ketika Hal Sepele Jadi Penentu Hubungan di Era Media Sosial
  • Kemenhaj Percepat Transformasi Digital Haji 2026, Layanan Jemaah Kini Dipantau Real-Time
  • Dari Dapur Digital ke Meja Jemaah: Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji Indonesia
  • Gagal Raih Gelar Juara, Rizky Ridho Minta Maaf kepada The Jakmania

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.