
Jakarta (Trigger.id) – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengingatkan calon jamaah haji, khususnya yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), untuk melakukan persiapan kesehatan secara optimal sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Pusat Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik dengan membiasakan olahraga ringan. Ia menyarankan jamaah mulai rutin berjalan santai atau melakukan jogging ringan selama sekitar 30 menit setiap pagi agar tubuh tidak kaget menghadapi aktivitas ibadah yang padat.
Selain itu, jamaah dengan komorbid diminta disiplin dalam mengonsumsi obat sesuai resep dan jadwal dari dokter. Kepatuhan ini dinilai krusial untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Untuk menghindari kelalaian, Liliek menyarankan penggunaan fitur pengingat di ponsel atau bantuan dari pendamping agar jadwal minum obat tetap terjaga. Ia menegaskan, keteraturan konsumsi obat menjadi salah satu kunci utama menjaga kesehatan jamaah di Tanah Suci.
Tak hanya itu, pola makan juga menjadi perhatian. Jamaah dianjurkan makan tepat waktu serta mengikuti rekomendasi jenis makanan dari petugas kesehatan sesuai kondisi masing-masing. Penerapan pola hidup bersih dan sehat juga dinilai penting guna menjaga stamina selama ibadah berlangsung.
Pada tahun 2026, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221.000 jamaah haji yang akan diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi. Untuk gelombang pertama, jamaah dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci keesokan harinya, 22 April 2026. (ian)



Tinggalkan Balasan