
Surabaya (Trigger.id) – Dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI ke-80, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Timur menggelar seminar bertema “Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” di Aula Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari 15–17 Surabaya, Jumat (10/4).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk perwakilan Ikatan Pelukis Wanita Indonesia Jawa Timur. Hadir sebagai narasumber, Arumi Bachsin Emil Dardak (Ketua TP PKK Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin (Kepala Dinas Kominfo Jatim), Dr. Sri Untari Bisowarno (Ketua Komisi E DPRD Jatim), serta Dr. Eko Pamuji (Wakil Direktur UKW PWI Pusat).
Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti, menegaskan pentingnya peran perempuan—khususnya ibu—dalam menyaring informasi di era digital. Menurutnya, ibu merupakan panutan utama dalam keluarga, sehingga harus mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks sebelum disampaikan kepada anak-anak.
Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, dalam sambutannya menekankan bahwa penguasaan informasi menjadi kunci di era digital. Ia juga menyoroti bahwa meskipun jumlah pengguna media sosial relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan, informasi yang disampaikan ibu cenderung lebih dipercaya dalam keluarga.
Dalam pemaparan utama, Arumi mengungkapkan bahwa perempuan mendominasi pengguna media sosial dengan angka sekitar 56,3 persen. Ia juga menyebut penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66 persen pada 2025.
Adapun platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia antara lain WhatsApp (91,7%), Instagram (84,6%), Facebook (83,0%), TikTok (77,4%), Telegram (61,6%), dan Messenger (50,5%).
Arumi menekankan pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk melakukan check and recheck sebelum menyebarkan informasi. Ia juga mengingatkan agar menghindari unggahan lokasi secara real-time demi keamanan pribadi.
Dalam sesi diskusi, perwakilan Dinas Kominfo Jatim menyampaikan adanya berbagai aplikasi yang dapat membantu orang tua mengontrol akses media sosial anak. Sementara itu, Sri Untari menambahkan pentingnya keseimbangan antara pengawasan dan doa dalam mendidik anak di era digital.
Eko Pamuji menutup diskusi dengan mengingatkan bahwa dunia internet ibarat “hutan” yang penuh risiko, sehingga pengguna harus selalu waspada dan kritis terhadap setiap informasi yang diterima.
Seminar ditutup pada pukul 16.30 WIB dengan antusiasme peserta yang tinggi. (ian)



Tinggalkan Balasan