
Kediri (Trigger.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 memiliki posisi penting sebagai forum untuk merumuskan pandangan keagamaan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat, bangsa, dan negara.
Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, Munas dan Konbes NU bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi.
Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi NU dalam merespons dinamika dan tantangan yang terus berkembang.Ia menambahkan, pesan yang disampaikan Rais Aam PBNU mengandung makna bahwa menjaga marwah organisasi tidak cukup hanya dengan mempertahankan integritas dan moralitas. Nilai-nilai tersebut, lanjut Khofifah, harus diwujudkan melalui pengabdian yang semakin nyata sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah dalam keterangan yang diterima di Kediri, Minggu (21/6), sebagaimana dikutip dari Antara.
Menurut dia, arahan Rais Aam dapat menjadi panduan penting bagi seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Khofifah optimistis forum permusyawaratan para ulama akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat peran NU dalam membangun kemaslahatan sosial, mempererat persaudaraan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Semoga Allah SWT memudahkan seluruh rangkaian musyawarah dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” ujarnya. (Ian)



Tinggalkan Balasan