
Jakarta (Trigger.id) – Demi menjaga kepentingan jemaah umrah, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau AMPHURI mengambil langkah tegas namun tetap mengedepankan pendekatan yang bijak dan konstitusional di tengah lonjakan harga tiket penerbangan umrah yang terjadi belakangan ini.
Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan biasa. Bagi jutaan umat Islam Indonesia, keberangkatan ke Tanah Suci merupakan impian besar yang diperjuangkan melalui tabungan, pengorbanan, dan harapan spiritual yang mendalam. Karena itu, kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi secara signifikan dan mendadak tidak hanya berdampak pada biro perjalanan, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat calon jemaah.
Kondisi tersebut memunculkan keresahan di kalangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) maupun masyarakat. Banyak travel mengalami kesulitan menyusun paket perjalanan karena harga tiket berubah sangat cepat dan sulit diprediksi. Akibatnya, komitmen harga yang sebelumnya telah disepakati dengan jemaah menjadi sulit dipertahankan.
Ketua Litbang DPP AMPHURI, Ulul Albab, menegaskan bahwa sikap yang diambil organisasi bukan didorong kepentingan bisnis semata, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga pelayanan ibadah umat sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem umrah nasional agar tetap sehat dan berkeadilan.
AMPHURI memahami bahwa industri penerbangan memiliki berbagai tantangan, mulai dari harga avtur, nilai tukar mata uang, hingga kebijakan internasional dan operasional maskapai. Namun kebijakan yang berdampak luas terhadap masyarakat seharusnya dilakukan secara transparan, proporsional, dan melibatkan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, AMPHURI mendorong pemerintah, regulator transportasi, dan lembaga terkait untuk hadir membangun dialog bersama maskapai dan asosiasi penyelenggara umrah guna mencari solusi yang tidak memberatkan masyarakat.
Dalam menyikapi persoalan ini, AMPHURI memilih langkah yang elegan dengan melakukan konsolidasi nasional, mengumpulkan data dampak kenaikan tiket, serta membangun komunikasi lintas sektor guna merumuskan langkah strategis yang terukur dan bertanggung jawab.
AMPHURI juga mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap profesional, menjaga komunikasi yang baik dengan jemaah, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan publik. Menurut organisasi tersebut, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam industri umrah dan harus dijaga melalui sikap yang tenang, terbuka, serta bertanggung jawab.
Pada akhirnya, langkah yang diambil AMPHURI merupakan bagian dari upaya bersama menjaga keterjangkauan ibadah umrah bagi masyarakat Indonesia. Sebab di balik setiap perjalanan menuju Tanah Suci, terdapat doa, harapan, dan kerinduan umat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan keadilan. (ian)



Tinggalkan Balasan