
Surabaya (Trigger.id) – Suasana perjalanan yang semula dipenuhi penumpang dan keluarga berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik. Ledakan bom bunuh diri mengguncang sebuah kereta penumpang di Provinsi Balochistan, Pakistan, menewaskan puluhan orang dan melukai hampir seratus lainnya.
Dentuman keras yang terjadi pada Minggu (24/5) itu disebut begitu dahsyat hingga merusak bagian gerbong dan membuat banyak korban terlempar. Asap tebal membubung di lokasi kejadian, sementara jeritan penumpang terdengar di tengah kepanikan dan puing-puing berserakan.
Petugas penyelamat yang datang ke lokasi mendapati kondisi mengenaskan. Tubuh korban bergelimpangan di sekitar rel dan di dalam gerbong yang rusak parah. Banyak korban mengalami luka serius akibat hantaman ledakan dan serpihan logam.
Hingga Senin (25/5), jumlah korban tewas dilaporkan meningkat menjadi 47 orang, termasuk 20 tentara. Sedikitnya 98 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Serangan itu kembali menambah daftar panjang aksi teror berdarah di wilayah rawan konflik Pakistan bagian barat daya. United Nations Security Council atau Dewan Keamanan PBB langsung mengutuk keras aksi tersebut.
Dalam pernyataannya, DK PBB menyebut serangan bom bunuh diri itu sebagai tindakan “keji dan pengecut” yang menargetkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Dewan Keamanan juga menegaskan bahwa terorisme dalam bentuk apa pun merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan dunia. Mereka menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan aksi kekerasan terhadap warga sipil.
Ledakan di jalur kereta itu kembali memperlihatkan betapa rentannya transportasi publik menjadi sasaran serangan teror. Di tengah upaya penyelamatan korban, aparat keamanan Pakistan memperketat penjagaan di sejumlah titik strategis untuk mencegah kemungkinan serangan lanjutan.
Sementara itu, keluarga korban masih terus berdatangan ke rumah sakit dan lokasi kejadian untuk mencari kabar anggota keluarga mereka. Di antara suara sirene ambulans dan kepulan debu, tragedi di rel Pakistan itu meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang. (ian)



Tinggalkan Balasan