
Madiun (Trigger.id) – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 mulai digeber lebih awal. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf membuka kick off manasik haji nasional 2027 yang dirangkaikan dengan Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di kawasan Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat kemarin.
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian manasik haji 2027 di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah berharap calon jemaah memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.”Kita berharap setelah kick off di Madiun ini kegiatan manasik haji tahun 2027 di seluruh wilayah Indonesia mulai dijalankan,” kata Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan.
Menurut dia, manasik tidak hanya berfungsi memberikan pemahaman mengenai rukun dan wajib haji, tetapi juga mendorong jemaah agar lebih mandiri selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.Pemerintah ingin calon jemaah memahami tahapan ibadah secara baik sehingga tidak sepenuhnya bergantung kepada pembimbing maupun kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).
Selain materi teknis ibadah, manasik juga menjadi ruang untuk membahas perbedaan pandangan fikih yang mungkin ditemui jemaah. Dengan pemahaman tersebut, perbedaan tata cara ibadah diharapkan tidak berkembang menjadi perdebatan ketika jemaah sudah berada di Tanah Suci.Seiring mulai manasik haji, aspek kesehatan calon jemaah haji menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam persiapan haji mendatang.
Gus Irfan meminta pemeriksaan kesehatan calon jemaah dilakukan lebih awal agar kondisi kesehatan dapat diketahui sebelum memasuki tahapan pelunasan biaya maupun keberangkatan.Langkah ini penting setelah evaluasi penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan kesehatan masih menjadi tantangan besar.
Kementerian Haji dan Umrah mencatat jumlah jemaah Indonesia yang wafat pada 2026 sekitar 350 orang, lebih rendah dibandingkan 467 orang pada 2025. Selain manasik dan kesehatan, pemerintah bersama DPR RI masih mematangkan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Dalam pembahasan sebelumnya, pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107.340.172 per jemaah. Usulan tersebut terdiri atas Bipih yang dibayarkan jemaah sekitar Rp 42,94 juta atau 40 persen dan nilai manfaat pengelolaan dana haji sekitar Rp 4,40 juta atau 60 persen. (wah)



Tinggalkan Balasan