
Surabaya (Trigger.id) – Kabar baik bagi masyarakat yang selama ini enggan menjalani kolonoskopi. American Cancer Society resmi memperbarui pedoman skrining kanker kolorektal dengan menambahkan opsi tes darah sebagai metode deteksi dini.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kanker usus besar, terutama di tengah meningkatnya kasus kanker kolorektal pada usia muda.
Selama ini, banyak orang menunda skrining karena takut atau merasa tidak nyaman menjalani kolonoskopi. Padahal, kanker kolorektal termasuk jenis kanker yang sangat bisa dicegah dan diobati jika ditemukan sejak dini.
Tes Darah Jadi Alternatif Baru
Dalam panduan terbaru tersebut, tes darah bernama Shield blood test kini diperbolehkan sebagai pilihan skrining bagi pasien yang menolak atau tidak menyelesaikan pemeriksaan utama seperti kolonoskopi maupun tes tinja mandiri di rumah.
Tes darah ini bekerja dengan mendeteksi DNA tumor yang beredar di dalam darah. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa akurasi tes darah masih berada di bawah kolonoskopi maupun tes tinja dalam mendeteksi kanker stadium awal dan polip prakanker.
Karena itu, tes darah disebut lebih sebagai “opsi terakhir” agar masyarakat tetap mau menjalani skrining daripada tidak diperiksa sama sekali.
Pilihan Skrining Kini Lebih Beragam
Selain tes darah, pedoman baru juga memasukkan pembaruan dan tambahan tes berbasis tinja yang bisa dilakukan sendiri di rumah, yaitu:
- Cologuard, versi terbaru tes DNA tinja untuk mendeteksi perubahan genetik terkait kanker.
- ColoSense, tes baru yang mendeteksi biomarker RNA dan hemoglobin dalam tinja.
Sementara itu, kolonoskopi tetap menjadi metode paling lengkap karena tidak hanya mendeteksi, tetapi juga bisa langsung mengangkat polip prakanker dalam prosedur yang sama.
Kapan Harus Mulai Skrining?
American Cancer Society tetap merekomendasikan orang dengan risiko rata-rata mulai menjalani skrining rutin sejak usia 45 tahun hingga 75 tahun, selama kondisi kesehatan masih baik.
Untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker usus besar atau faktor risiko tertentu, pemeriksaan bisa dimulai lebih awal dan dilakukan lebih sering.
Pilihan skrining yang tersedia meliputi:
- Tes darah
- Tes tinja tahunan
- Tes DNA/RNA tinja tiap tiga tahun
- Kolonoskopi tiap 10 tahun
- Sigmoidoskopi tiap lima tahun
- CT colonography tiap lima tahun
Yang Terpenting: Mau Diperiksa
Para ahli menekankan bahwa pemeriksaan terbaik adalah pemeriksaan yang benar-benar dilakukan pasien. Banyak kasus kanker kolorektal sebenarnya dapat dicegah bila polip ditemukan dan ditangani lebih awal.
Selain itu, faktor biaya dan akses layanan kesehatan juga masih menjadi tantangan besar. Karena itu, perlu dukungan kebijakan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pemeriksaan kanker yang terjangkau dan mudah diakses.
Dengan semakin banyaknya pilihan skrining, harapannya makin banyak orang tidak lagi menunda pemeriksaan dan kanker usus besar bisa ditemukan lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih berbahaya. (ian)
Sumber: Health



Tinggalkan Balasan