
Surabaya (Trigger.id) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional menunjukkan, produksi padi Jawa Timur tertinggi di Indonesia. Sehingga Jawa Timur layak disebut sebagai lumbung pangan nasional.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut, capaian itu buah dari sinergitas dan serangkaian dukungan intensifikasi lapangan.
Produksi padi di Jawa Timur pada tahun 2019 sebanyak 9,580,934 ton Gabah Kering Giling (GKG). Tahun 2020 sebanyak 9,944,538 GKG dan tahun 2021 sebanyak 9,908,932 GKG. Dari angka itu, Jawa Timur berkontribusi sebesar 18,2 persen dari kebutuhan padi secara nasional.
“Keberhasilan mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan tersebut adalah buah dari sinergitas dari serangkaian dukungan intensifikasi lapangan dari provinsi Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Menurut Gubernur Jatim, dukungan tersebut berupa kegiatan peningkatan produksi yang di padu-padankan dengan adanya dukungan fasilitasi alat mesin pertanian, diseminasi budidaya yang baik, fasilitasi sarana produksi, optimalisasi pengamanan produksi, serta penerapan Asuransi Usahatani Padi.
“Kondisi ini telah memberikan nilai tambah pada produksi pertanian,” jelas Khofifah, Selasa (5/4).
Selain sinergitas dan intensifikasi lapangan, menurut Khofifah, upaya menambah produksi padi dilakukan dengan cara meningkatkan Indeks Pertanaman atau IP. Sebagai indikator kata dia, luas panen padi di wilayahnya dalam tiga tahun terakhir semakin meningkat.

Luas panen pada tahun 2019 sebesar 1,702,426 hektar; tahun 2020 sebesar 1,754,380 hektar dan tahun 2021 sebesar 1,754,813 hektar.
Bukan hanya padi, menurut Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, sejumlah komoditas pangan lain seperti jagung, cabai rawit dan bawang merah juga produksinya tertinggi se-Indonesia.
Kemudian buah mangga dan pisang turut memberi kontribusi besar bagi kebutuhan nasional, bahkan tanaman hias berupa bunga mawar 84,83 persen disuplai dari Jawa Timur.
Khofifah juga menyebutkan, selain menggenjot jumlah produksi Pemprov Jatim juga melakukan pengembangan agribisnis hasil pertanian dengan meningkatkan daya saing melalui peningkatan layanan sertifikasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Dalam tiga tahun terakhir berhasil menduduki peringkat pertama nasional. (ian)



Tinggalkan Balasan