• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Menyoal Skrining Kesehatan Petugas Pemilu 2024

11 Januari 2023 by isa Tinggalkan Komentar

Ilustrasi kegiatan pemilu

“Ombudsman bersuara lebih lantang. Dikatakan, negara telah melakukan maladministrasi, terkait perekrutan petugas KPPS.”

Oleh: dr. Ari Baskoro, Sp.PD-KAI (Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya)

Pemilu 2024 tidak lama lagi akan berlangsung. Menurut jadwal, Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif ( Pileg),diselenggarakan tanggal 14 Februari 2024. Petugas Pemilu pun sudah mulai dibentuk.

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dilantik. Setelah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mereka diminta langsung bekerja. Setidaknya PPK akan bekerja enam bulan sebelum pemungutan suara dilaksanakan. Tugas itu akan berakhir, dua bulan setelah pemungutan suara.Selanjutnya KPU Kabupaten/Kota, akan membentuk Panitia Pemungutan Suara (PPS), sebagai pelaksana Pemilu di tingkat desa atau kelurahan.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dibentuk PPS,  merupakan ujung tombak. Merekalah yang akan langsung melayani masyarakat di tempat pemungutan suara (TPS).

KPU menyebutkan, jumlah petugas Pemilu tahun 2019 yang meninggal sebanyak 894 orang. Petugas yang sakit jauh lebih banyak lagi. Jumlahnya mencapai 5.175 orang.Versi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menyebutkan, petugas KPPS yang jatuh sakit mencapai 11.239 orang. “Pejuang demokrasi” yang telah berjuang hingga napas terakhir, bukan hanya petugas KPPS saja. Ada pula Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan aparat keamanan. Banyak pihak, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia(Komnas HAM) mewanti-wanti, agar peristiwa memprihatinkan tersebut tidak akan terulang lagi pada tahun 2024.

Tidak diketahui dengan pasti penyebab meninggalnya ratusan petugas Pemilu tahun 2019. Hingga kini belum ada penelitian yang dapat menjawab fenomena tersebut.Dari perspektif ilmiah dan kemanusiaan, sudah selayaknya hal itu didalami secara sungguh-sungguh. Hasilnya akan lebih dipercaya publik , bila dilakukan secara independen.

Faktor kelelahan dituduh menjadi biang penyebabnya. Sementara itu, hasil audit medis Kemenkes berupaya untuk mengungkapnya.Sebanyak 51 persen dikaitkan dengan masalah kardiovaskuler (penyakit jantung, strok, hipertensi). Asma dan gagal napas,menempati  peringkat kedua penyebab kematian. Sisanya berhubungan dengan faktor kecelakaan, diabetes melitus (DM/kencing manis), penyakit ginjal, dan liver.

Ombudsman bersuara lebih lantang. Dikatakan, negara telah melakukan maladministrasi, terkait perekrutan petugas KPPS. Seharusnya para petugas Pemilu tersebut,  paham terhadap beban kerja yang akan diembannya. Lembaga negara tersebut mensinyalir, mereka yang meninggal atau yang jatuh sakit, adalah orang-orang yang awam risiko yang mungkin akan dialami.

Kajian yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM), bisa dijadikan bahan pembelajaran. Di Yogyakarta disebutkan, sebanyak 80 persen kasus kematian dilatarbelakangi penyakit kardiovaskuler. Sekitar 90 persen di antaranya,mempunyai riwayat sebagai perokok. Di sisi lain,petugas Pemilu yang sakit rata-rata berusia 42,5 tahun. DM, penyakit jantung, dan   penyandang komorbid, menjadi jenis penyakit yang dominan. Intensitas beban kerja, berdampak meningkatkan risiko semua penyakit tersebut menjadi lebih berat.

Beban fisik dan psikis

Beban kerja petugas KPPS,sebelum, selama, dan sesudah hari pemilihan, bisa dikatakan sangat tinggi. Ada pula kendala lainnya. Hal itu terkait bimtek, persoalan administrasi yang rumit, perhitungan suara, manajemen logistik, dan problem psikologis. Kecemasan dan stres psikis, sangat berkaitan dengan tingginya keterlibatan dan tuntutan kerja.Keseluruhan faktor ini,dapat memantik timbulnya kelelahan yang berlebihan.

Pada hari pelaksanaan Pemilu, median waktukerja petugas berkisar antara 20-22 jam. Untuk mempersiapkan TPS, mereka memerlukan waktu antara 7,5 hingga 11 jam. Persiapan dan pendistribusian undangan, membutuhkan waktu delapan sampai 48 jam. Bisa dikatakan,saat penghitungan suara merupakan titik krusial yang dapat dikategorikan melampaui kapasitas fisiologis seseorang.

Aspek mitigasi

Saat ini untuk merekrut petugas Pemilu 2024, telah ditentukan batasan usianya, yaitu 17-55 tahun.Harus pula melampirkan dokumen kesehatan. Datanya mencakup pemeriksaan tes gula darah, kolesterol, dan hipertensi. Tidak disebutkan secara terperinci, bagaimana cara pemeriksaannya. Cukup validkah pemeriksaan tersebut, untuk menekan risiko morbiditas dan mortalitas petugas Pemilu 2024 ?

Data yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pararel dengan penyebab kematian tertinggi saat ini di Indonesia. Sebanyak 85 persen kematian di dunia, disebabkan oleh serangan jantung dan strok. Penyakit itu rentan terjadi pada laki-laki berusia di atas 45 tahun, dan perempuan lebih dari 50 tahun. Banyak faktor yang mendasari (faktor risiko) berkembangnya penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Faktor risiko tersebut antara lain, hipertensi, DM, kelainan kadar lemak darah (dislipidemia), obesitas, merokok, dan usia. Selain usia dan jenis kelamin, faktor-faktor lainnya berpotensi dapat dikendalikan/dimodifikasi.

Secara ringkasnya, berbagai faktor risiko tadi berkolaborasi memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Inflamasi/peradangan, timbunan lemak,dan beberapa macam substansi lainnya, mengakibatkan dinding pembuluh menjadi kaku (aterosklerosis) . Sirkulasi darah pun menjadi terganggu karenanya. Bila itu terjadi pada pembuluh darah koroner yang berperan  memasok aliran darah dan oksigen ke jantung,dapat menimbulkan penyakit jantung koroner (PJK). Strok disebabkan oleh terganggunya pasokan aliran darah yang menuju ke otak. Bisa akibat penyumbatan, atau karena pecahnya pembuluh darah. Tidak semua penyakit kardiovaskuler menimbulkan manifestasi klinis. Ada pula yang tanpa gejala sama sekali. Beban stres fisik dan psikis yang berlebihan,dapat memantik terjadinya PJK dan strok. Salah satu dampak paling fatal yang mungkin bisa terjadi, adalah kematian mendadak (suddendeath).

Sejauh ini belum ada peraturan menyangkut jam kerja dan tata cara skrining kesehatan, pada badan adhock Pemilu. Menerapkan prosedur skrining medis secara ideal, tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi kalau harus dibebankan pada petugas Pemilu. Selain berbiaya mahal, tidak semua daerah di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai untuk tujuan tersebut. Namun pemeriksaan yang didasarkan atas tiga komponen (gula darah, kolesterol, dan tekanan darah), sangat tidak mencukupi.Sifatnya sangat dinamis. Bisa terjadi perubahan dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu riwayat DM, gangguan lemak darah, dan hipertensi, tidak bisa dideteksi melalui sekali pemeriksaan saja. Demikian pula asma dan penyakit pernapasan lainnya,tidak akan mungkin diketahui melalui panel pemeriksaan yang relatif sederhana tersebut. Hal yang sama berlaku untuk penyakit ginjal danliver.Untuk itu diperlukan upaya maksimal dari KPU dan pemerintah, untuk merumuskan kebijakan yang lebih optimal dan efisien. Tujuannya bermuara menekan risiko dampak negatif kesehatan pada petugas Pemilu. Diharapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS),bisa mengambil peran yang lebih banyak.

Manajemen risiko petugas Pemilu, hendaknya diperkuat. Diperlukan keterlibatan yang lebih intensif dari tenaga medis pada fasilitas kesehatan terdekat, untuk memantau status kesehatan petugas Pemilu. Langkah-langkah edukasi masalah kesehatan, perlu ditingkatkan. Khususnya bisa mengenal secara dini,gejala klinis penyakit yang dapat mengancam jiwa. Semoga pesta demokrasi 2024, tidak lagi memakan banyak nyawa pejuang demokrasi.

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, nusantara, update Ditag dengan:kesehatan, pemilu 2024, TPS

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Calhanoglu Jadi Pahlawan, Inter Milan Kuasai Puncak Serie A Usai Bungkam Cagliari

31 Agustus 2026 By admin

Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA

30 Agustus 2026 By admin

KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

30 Agustus 2026 By admin

Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia

30 Agustus 2026 By admin

Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang

29 Agustus 2026 By admin

Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU

29 Agustus 2026 By admin

NU: Antara Kharisma Ulama, Konstitusi, dan Kekuasaan

29 Agustus 2026 By admin

BAZNAS Siapkan 15.000 Paket Konsumsi dan Beasiswa Santri di Muktamar

28 Agustus 2026 By admin

Festival Kampung Klasik : Merawat Tradisi Merajut Kebersamaan

28 Agustus 2026 By admin

Prabowo : NU Penjaga Stabilitas Bangsa

28 Agustus 2026 By admin

Pemkab Kediri Serahkan Lahan 5,9 Ha untuk Hotel Haji

28 Agustus 2026 By admin

Presiden dan Wapres Hadiri Pembukaan Muktamar NU

27 Agustus 2026 By admin

ITS Didorong Perkuat Inovasi Teknologi Kedaulatan Pangan

27 Agustus 2026 By admin

Jonatan Christie, Tunggal Putra Nomor Satu Dunia

27 Agustus 2026 By admin

DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah

26 Agustus 2026 By admin

Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV

26 Agustus 2026 By admin

Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla

26 Agustus 2026 By zam

Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan

25 Agustus 2026 By admin

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

25 Agustus 2026 By admin

Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu

24 Agustus 2026 By admin

Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman

24 Agustus 2026 By admin

Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

24 Agustus 2026 By admin

M-TEER Pertama di Bali, Pasien Kebocoran Katup Jantung Tanpa Operasi

24 Agustus 2026 By admin

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • 4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS
  • BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.
  • Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional
  • DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI
  • Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.