
Jakarta (Trigger.id) – Pemerintah RI resmi memberikan izin pembukaan 156 program studi (prodi) spesialis dan subspesialis kedokteran sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang dijalankan bersama Kementerian Kesehatan.
“Sebanyak 156 izin prodi telah diterbitkan, terdiri atas 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis,” ujar Brian usai dialog Presiden Prabowo dengan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, kebijakan ini berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Pada awal 2026, jumlah mahasiswa baru diperkirakan bertambah 3.150 orang, sehingga total mahasiswa kedokteran mencapai sekitar 8.650 orang.
Selain bidang kesehatan, Brian melaporkan anggaran riset nasional terus meningkat dan kini telah melampaui Rp8 triliun, baik yang dikelola Kemendikti Saintek maupun bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Rasio anggaran riset terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga naik menjadi 0,34 persen.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, riset nasional diarahkan agar terhubung langsung dengan kebutuhan industri melalui Danantara sebagai penggerak utama. Sejumlah kajian strategis tengah dilakukan, antara lain pengembangan tenaga surya, logam tanah jarang, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pembangkit listrik tenaga nuklir, hingga industri semikonduktor, sepatu, tekstil, dan kosmetik.
Riset juga difokuskan pada penguatan ketahanan pangan, khususnya komoditas bawang putih, kedelai, dan gandum. (ian)



Tinggalkan Balasan