
“Voucher Parkir Suroboyo” menjadi alternatif pembayaran parkir non-tunai di seluruh titik Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) di Kota Surabaya.Foto/ist
Surabaya (Trigger.id) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya (Dishub) dalam waktu dekat akan resmi meluncurkan “Voucher Parkir Suroboyo” sebagai alternatif pembayaran parkir non-tunai di seluruh titik Parkir Tepi Jalan Umum (TJU). Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan sistem parkir digital guna menjamin transparansi, efektivitas, dan akuntabilitas retribusi parkir di Kota Pahlawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan konsep voucher parkir sebenarnya telah diuji coba secara terbatas pada awal 2024 di sejumlah lokasi yang dijaga langsung oleh petugas Dishub. Dari hasil evaluasi, sistem tersebut dinilai efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Voucher Parkir Suroboyo bisa digunakan di seluruh titik parkir tepi jalan umum di Surabaya,” ujar Trio kemarin.
Ia menerangkan, voucher akan dijual melalui jaringan minimarket dan toko modern yang bekerja sama dengan pemkot, sehingga mudah dijangkau masyarakat. Tarifnya mengikuti ketentuan yang berlaku, yakni Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.
Masyarakat dapat membeli voucher terlebih dahulu, menyimpan, lalu menyerahkan kepada petugas parkir saat menggunakan layanan TJU.
Selain sebagai alat pembayaran, pemkot juga menyiapkan program diskon dan promo khusus bagi warga yang menggunakan voucher. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat beralih dari transaksi tunai ke sistem non-tunai.
Trio menambahkan, opsi pembayaran parkir di Surabaya kini semakin beragam. Selain voucher, masyarakat juga dapat menggunakan metode digital seperti QRIS serta kartu uang elektronik (e-Money/e-Toll). Seluruh transaksi akan tercatat secara sistematis sehingga meminimalkan potensi kebocoran pendapatan.
Kepala Bidang Parkir Dishub Surabaya, Rudi Santoso, menyebutkan akan melakukan sosialisasi masif kepada juru parkir dan masyarakat sebelum peluncuran resmi.
Salah satu pemilik kendaraan, Andi Pratama (34), warga Surabaya Barat, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, sistem voucher dapat mengurangi kebingungan terkait tarif parkir.
“Kadang masih ada perbedaan tarif di lapangan. Kalau pakai voucher dengan nominal tetap, jadi lebih jelas dan transparan. Saya juga lebih nyaman tidak perlu membawa uang receh,” katanya.
Hal senada disampaikan Siti Rahma (29), pengguna mobil asal Surabaya Timur. Ia berharap program diskon yang dijanjikan benar-benar menarik minat masyarakat. “Kalau ada promo atau cashback, tentu makin banyak yang beralih ke non-tunai,” ujarnya. (wah)



Tinggalkan Balasan