
Surabaya (Trigger.id) – Seberapa bugar tubuh seseorang di usia paruh baya ternyata bukan hanya memengaruhi kemampuan saat berolahraga, tetapi juga dapat menjadi gambaran tentang peluang hidup lebih lama dan tetap sehat hingga usia lanjut. Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah kardiologi terkemuka pada April 2026.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat kebugaran kardiorespirasi—kemampuan jantung dan paru-paru memasok oksigen saat tubuh bergerak—berkaitan erat dengan usia harapan hidup dan “healthspan”, yakni masa hidup yang dijalani tanpa penyakit kronis.
Para peneliti menganalisis data lebih dari 24 ribu peserta dalam program kesehatan jangka panjang di Amerika Serikat yang berlangsung sejak 1971 hingga 2017. Mayoritas peserta merupakan pria. Sebelum berusia 65 tahun, seluruh peserta menjalani tes treadmill untuk mengukur kebugaran kardiorespirasi mereka.
Dalam tes tersebut, peserta diminta berjalan di atas treadmill dengan tingkat kecepatan dan kemiringan yang terus meningkat hingga mereka tidak mampu melanjutkan. Dari hasil tes itu, peneliti menghitung skor MET (Metabolic Equivalent of Task), yaitu ukuran efisiensi tubuh menggunakan oksigen saat beraktivitas fisik.
Peserta kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kebugaran: rendah, sedang, dan tinggi. Hasilnya, kelompok dengan tingkat kebugaran tinggi diketahui mengalami penyakit kronis lebih lambat dibanding kelompok kebugaran rendah. Mereka rata-rata memiliki tambahan waktu hidup sehat sekitar 1,5 tahun sebelum terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, atau gangguan ginjal.
Tak hanya itu, kelompok paling bugar juga tercatat memiliki jumlah penyakit kronis lebih sedikit, sekitar 9 persen lebih rendah dibanding peserta dengan kebugaran rendah. Peluang hidup lebih lama pun meningkat sekitar 3 persen.
Meski penelitian observasional seperti ini belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara mutlak, para ahli menilai hasilnya cukup kuat karena melibatkan jumlah peserta besar, pengukuran kebugaran yang objektif, serta pemantauan kesehatan dalam jangka panjang.
Namun, peneliti juga mengingatkan bahwa sebagian besar peserta berasal dari wilayah tertentu di Amerika Serikat dan umumnya memiliki akses kesehatan yang baik, sehingga hasilnya belum tentu sepenuhnya mewakili populasi global.
Untuk meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, para ahli menyarankan aktivitas aerobik rutin seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, jogging, atau latihan interval. Kuncinya bukan olahraga ekstrem, melainkan konsistensi dalam bergerak aktif.
Organisasi kesehatan dunia merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas berat selama 75–150 menit per minggu. Kombinasi keduanya juga dapat menjadi pilihan.
Selain olahraga, pola makan sehat, kualitas tidur, hubungan sosial yang baik, kemampuan mengelola stres, dan memiliki tujuan hidup juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan dan memperpanjang usia. (ian)



Tinggalkan Balasan