
Surabaya – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD HIMKI) Jawa Timur yang digelar di Hotel Morazen Surabaya, Rabu (3/6), menetapkan Glenn Candranegara sebagai Ketua DPD HIMKI Jawa Timur masa bakti 2026–2029.
Penetapan tersebut menjadi momentum penting bagi pelaku industri mebel dan kerajinan di Jawa Timur untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
Musda yang dihadiri lebih dari 120 anggota HIMKI dari berbagai daerah di Jawa Timur berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para peserta sepakat bahwa tantangan industri saat ini menuntut sinergi yang lebih kuat antar pelaku usaha, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa kekuatan industri nasional tidak lagi hanya ditentukan oleh perusahaan-perusahaan besar, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem industri yang terintegrasi dan saling mendukung.
Menurutnya, pengalaman kunjungan industri ke kawasan furnitur Nankang, China, memberikan pelajaran penting tentang bagaimana kolaborasi antar pelaku industri mampu menciptakan daya saing yang kuat di pasar dunia.
“Ke depan, persaingan bukan lagi antar perusahaan, tetapi antar ekosistem industri. Karena itu, HIMKI harus terus memperkuat jaringan, produktivitas, dan kolaborasi agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Abdul Sobur menilai Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri mebel dan kerajinan terkemuka di Asia Tenggara. Provinsi ini didukung oleh infrastruktur pelabuhan internasional, kawasan industri yang berkembang, sumber daya manusia yang kompeten, serta jaringan ekspor yang telah menjangkau berbagai negara.
Selain itu, sejumlah perusahaan furnitur dan kerajinan asal Jawa Timur telah berhasil menembus pasar internasional dan menjadi bagian penting dalam penguatan ekspor nasional.
Sementara itu, Ketua DPD HIMKI Jawa Timur terpilih, Glenn Candranegara, menyatakan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusi industri mebel serta kerajinan terhadap perekonomian daerah maupun nasional.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan sinergi antaranggota, peningkatan kualitas dan daya saing produk, perluasan akses pasar ekspor, serta mendorong regenerasi pelaku usaha agar industri mebel dan kerajinan tetap berkelanjutan.
“Jawa Timur memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi tersebut dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperluas pasar produk Indonesia di tingkat global,” kata Glenn.
Musda DPD HIMKI Jawa Timur juga dihadiri sejumlah eksportir furnitur nasional yang selama ini berkontribusi terhadap ekspor produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan berbagai negara lainnya.
Melalui kepengurusan baru ini, HIMKI berharap Jawa Timur semakin berperan sebagai motor penggerak industri mebel dan kerajinan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan furnitur dan produk kerajinan dunia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, HIMKI optimistis industri mebel dan kerajinan Indonesia akan terus tumbuh, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekspor nasional. (ian)



Tinggalkan Balasan