• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Mengenal Diri, Menemukan Tuhan: Jalan Sunyi Menuju Makrifat

8 Juni 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Gambar ilustrasi: Syarif.id
Oleh: Dr. Muhammad Ghufron, LC.

“Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”
(Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu).

Ungkapan ini sangat populer dalam khazanah tasawuf dan sering dikutip dalam berbagai majelis ilmu maupun kajian spiritual Islam. Meskipun para ulama hadis berbeda pendapat mengenai status sanadnya dan mayoritas menyatakan bahwa kalimat tersebut bukan hadis sahih yang bersumber langsung dari Nabi Muhammad SAW, maknanya dipandang sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya tafakur dan mengenali hakikat diri.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali sibuk mengenal dunia, tetapi lupa mengenal dirinya sendiri. Kita mengenal banyak orang, memahami berbagai teknologi, mengikuti perkembangan informasi tanpa henti, namun sering kali asing terhadap hati, jiwa, dan hakikat keberadaan kita sendiri. Padahal, perjalanan mengenal Allah sering kali dimulai dari perjalanan mengenal diri.

Diri yang Lemah, Tuhan yang Maha Kuat

Ketika seseorang merenungkan dirinya secara jujur, ia akan menemukan banyak keterbatasan. Ia menyadari bahwa dirinya tidak memilih kapan dilahirkan, tidak mampu menjamin detak jantungnya tetap berdetak, tidak dapat memastikan napas berikutnya masih akan terhirup, dan tidak kuasa menolak datangnya usia tua maupun kematian.

Kesadaran akan kelemahan ini bukanlah bentuk pesimisme, melainkan pintu menuju ketundukan kepada Allah. Semakin seseorang memahami betapa rapuh dirinya, semakin ia menyadari adanya Zat Yang Maha Kuat dan Maha Mengatur.

Allah berfirman:

“Wahai manusia, kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
(QS. Fatir: 15)

Ayat ini mengingatkan bahwa hakikat manusia adalah faqir, membutuhkan. Sedangkan Allah adalah Al-Ghaniyy, Yang Maha Kaya dan tidak membutuhkan apa pun.

Diri yang Fana, Tuhan yang Maha Kekal

Manusia sering terjebak dalam ilusi keabadian. Jabatan dianggap akan bertahan selamanya, kesehatan dipandang akan terus menyertai, dan kekayaan seakan menjadi jaminan masa depan.

Namun setiap hari kehidupan memperlihatkan kenyataan yang berbeda. Orang yang kemarin kuat bisa hari ini terbaring sakit. Yang kemarin kaya bisa esok kehilangan hartanya. Yang kemarin bersama kita bisa tiba-tiba dipanggil menghadap Allah.

Mengenal diri berarti menyadari bahwa kita adalah makhluk yang fana.

Allah berfirman:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”
(QS. Ar-Rahman: 26-27)

Ketika manusia memahami kefanaannya, ia akan mengenal sifat Allah yang Maha Baqa’, Maha Kekal. Dari situlah lahir kerendahan hati dan kesadaran bahwa hidup bukan sekadar mengejar dunia yang sementara.

Diri yang Penuh Kekurangan, Tuhan yang Maha Sempurna

Sering kali manusia merasa paling benar. Padahal jika ia mau bercermin lebih dalam, ia akan menemukan begitu banyak kekurangan dalam dirinya. Pengetahuannya terbatas, penglihatannya terbatas, pendengarannya terbatas, bahkan penilaiannya terhadap suatu persoalan sering kali keliru.

Kesadaran ini akan mengantarkan seseorang kepada pengakuan bahwa hanya Allah yang memiliki ilmu yang sempurna.

Allah berfirman:

“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”
(QS. Al-Isra’: 85)

Maka orang yang mengenal dirinya tidak akan mudah sombong. Semakin luas ilmunya, semakin ia menyadari luasnya lautan ilmu Allah yang tidak bertepi.

Makrifat Bukan Sekadar Pengetahuan

Dalam pandangan para ulama tasawuf, makrifat bukan sekadar mengetahui Allah secara intelektual. Makrifat adalah kesadaran yang hidup di dalam hati. Ia melahirkan rasa takut kepada Allah, cinta kepada-Nya, tawakal, syukur, dan kerinduan untuk selalu dekat dengan-Nya.

Karena itu, mengenal diri bukan hanya memahami kelebihan dan kekurangan pribadi sebagaimana konsep pengembangan diri modern. Mengenal diri dalam perspektif Islam adalah menyadari posisi kita sebagai hamba dan menyadari bahwa seluruh keberadaan kita bergantung sepenuhnya kepada Allah.

Semakin seseorang mengenal dirinya sebagai hamba, semakin kecil ruang bagi kesombongan dalam hatinya. Ia tidak mudah merendahkan orang lain karena tahu bahwa dirinya pun penuh kekurangan. Ia tidak mudah putus asa karena tahu bahwa ada Allah Yang Maha Kuasa. Ia tidak mudah gelisah karena menyadari bahwa hidupnya berada dalam genggaman Tuhan.

Bercermin Sebelum Menilai Orang Lain

Salah satu krisis terbesar zaman ini adalah kegemaran menilai orang lain tanpa sempat menilai diri sendiri. Media sosial memperlihatkan betapa mudahnya manusia menghakimi, mengomentari, dan mencari kesalahan sesama. Padahal, perjalanan spiritual justru mengajarkan arah yang sebaliknya: melihat ke dalam sebelum melihat ke luar.

Umar bin Khattab ra. pernah berpesan:

“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”

Muhasabah adalah jalan mengenal diri. Dari muhasabah lahir kesadaran. Dari kesadaran lahir kerendahan hati. Dari kerendahan hati lahir kedekatan dengan Allah.

Penutup

Pada akhirnya, mengenal diri bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu menuju pengenalan yang lebih agung: mengenal Allah SWT. Ketika manusia menyadari kelemahannya, ia mengenal kekuatan Allah. Ketika ia menyadari kefanaannya, ia mengenal keabadian Allah. Ketika ia menyadari keterbatasannya, ia mengenal kesempurnaan Allah.

Mungkin itulah makna terdalam dari ungkapan para ulama: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.”

Sebab di balik setiap kelemahan manusia, tersingkap tanda-tanda kebesaran Allah. Dan di balik perjalanan mengenal diri, tersimpan jalan menuju makrifat yang sejati.


—000—

*Dosen UINSA dan Pengasuh Pesantren Miftahul Ula Surabaya

Share This :

Ditempatkan di bawah: update, wawasan Ditag dengan:Ma'rifat, Mengenal Diri, Tahu Diri, Tahu Tentang Tuhan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Abu Erupsi Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar ke Lima Provinsi

6 September 2026 By admin

Biji Semangka Jangan Dibuang, Kaya Magnesium dan Lemak Sehat

6 September 2026 By admin

Inter Milan Comeback Dramatis, Napoli Tumbang 3-2 di Giuseppe Meazza

6 September 2026 By admin

Seleksi Petugas Haji 2027 Masuk Tahap CAT, Transparansi Jadi Prioritas

5 September 2026 By admin

Hari Pertama Ngantor PBNU, Gus Kikin Bertemu Dubes Arab Saudi dan BSI

5 September 2026 By admin

Nogogeni ITS Siapkan 2 Mobil Hemat Energi

5 September 2026 By admin

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

190 Satwa Liar Batal Diperdagangkan

4 September 2026 By admin

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

3 September 2026 By admin

FIFA ASEAN Cup 2026, Ujian Timnas Jaga Tren Positif Ranking Dunia

3 September 2026 By admin

4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS

2 September 2026 By admin

BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.

1 September 2026 By admin

Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional

1 September 2026 By admin

DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI

1 September 2026 By admin

Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

1 September 2026 By admin

Prabowo Terima Kartanu Saat Menutup Muktamar NU.

31 Agustus 2026 By admin

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa 5 Provinsi Termasuk Jatim

31 Agustus 2026 By admin

KH Miftachul Akhyar Rois Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Ditetapkan Lewat Musyawarah AHWA

31 Agustus 2026 By admin

Bruno Fernandes Menggila! Hattrick Antar MU Pesta Gol 5-2 atas Ipswich

31 Agustus 2026 By admin

Arab Saudi Gaspol Revolusi Layanan Haji dan Umrah

31 Agustus 2026 By admin

Miftahul Akhyar Kembali Dipercaya Jadi Rais Am PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Warga Pesisir Bantu Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang
  • Kulit Buah Naga Menjadi Teh Celup “Teanaga”
  • Maskapai Wajib Periksa Pesawat Pasca Erupsi Anak Krakatau
  • Lulus Spesialis Anestesi FK Unair, Dokter Apolonia Pulang Kampung ke NTT
  • Ketika Wawali Mendemo Pemerintahan Sendiri, Ada Apa Kota Blitar?

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.