
Surabaya (Trigger.id) – DPRD Kota Surabaya mendorong pemerintah daerah untuk menyelaraskan program pelatihan kerja dengan perkembangan sektor investasi yang terus tumbuh di Kota Pahlawan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus memperluas peluang penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan. Jika sebelumnya aspirasi warga lebih banyak berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendidikan, kini persoalan lapangan pekerjaan menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan kepada para legislator.
“Dalam berbagai kegiatan serap aspirasi masyarakat, isu ketenagakerjaan semakin banyak muncul. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Surabaya,” ujarnya, Selasa.
Menurut Fathoni, penciptaan lapangan kerja harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih kuat antarorganisasi perangkat daerah agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
Ia menilai masih terdapat program pelatihan tenaga kerja yang belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan dunia usaha. Akibatnya, lulusan pelatihan kerap mengalami kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri yang sedang berkembang.
Fathoni mencontohkan, masuknya investasi di sektor perhotelan, restoran, dan usaha kuliner seharusnya diikuti dengan penyediaan pelatihan yang relevan bagi calon tenaga kerja. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki kompetensi yang dibutuhkan sebelum perusahaan mulai beroperasi.
“Pelatihan kerja harus disusun berdasarkan kebutuhan riil industri. Jangan sampai investasi berkembang pesat, tetapi tenaga kerja lokal belum siap mengisi peluang yang tersedia,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data investasi yang dimiliki pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan program pelatihan. Informasi mengenai pembangunan hotel, restoran, pusat bisnis, maupun sektor usaha lainnya dapat menjadi acuan bagi Dinas Tenaga Kerja untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya menunggu munculnya lowongan pekerjaan, tetapi dapat lebih proaktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, strategi tersebut akan memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kesempatan kerja bagi warga Surabaya sekaligus mendukung iklim investasi yang sehat karena pelaku usaha dapat memperoleh tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja.
DPRD berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dapat terus diperkuat sehingga pertumbuhan investasi yang terjadi di Surabaya mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lebih banyak lapangan pekerjaan. (ori)



Tinggalkan Balasan