
Mexico City (Trigger.id) – Di tengah hiruk-pikuk persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia, Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna: Piala Dunia bukan sekadar tentang pertandingan, melainkan tentang kebersamaan.Sehari menjelang laga pembuka di Stadion Azteca, Mexico City, Infantino menggambarkan Piala Dunia sebagai panggung yang menghadirkan kegembiraan bagi miliaran orang di berbagai belahan dunia. Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan unik untuk menyatukan masyarakat yang berbeda bahasa, budaya, hingga latar belakang politik.Dalam pertemuannya dengan media, Infantino mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang diarahkan kepadanya. Namun, ia berharap perhatian publik tetap tertuju pada esensi turnamen, yakni semangat persatuan yang lahir dari sepak bola.”Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana Piala Dunia dapat menghadirkan kebahagiaan dan mempertemukan orang-orang. Itulah yang ingin kami rayakan bersama,” ujarnya.Turnamen edisi kali ini memang menghadirkan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, kompetisi akan diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan, menjadikannya Piala Dunia terbesar dalam sejarah FIFA.Antusiasme publik pun sudah terlihat jauh sebelum bola pertama ditendang. Jutaan tiket telah terjual, sementara ribuan jurnalis dari berbagai negara telah memadati kota-kota tuan rumah untuk meliput setiap perkembangan. FIFA memperkirakan miliaran pasang mata akan mengikuti turnamen ini melalui layar televisi dan platform digital.Namun, bagi Infantino, ukuran kesuksesan Piala Dunia tidak hanya ditentukan oleh angka-angka fantastis tersebut. Ia menilai denyut kehidupan turnamen justru berasal dari para penggemar yang menciptakan atmosfer di stadion, zona suporter, festival sepak bola, hingga acara nonton bersama yang tersebar di seluruh dunia.”Piala Dunia hidup karena para penggemar. Mereka yang membuat setiap pertandingan memiliki cerita dan emosi,” katanya.Di balik kemegahan turnamen, Infantino juga menyoroti bagaimana sepak bola kerap menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa di tengah tantangan global. Ia mencontohkan keikutsertaan Iran sebagai bukti bahwa olahraga mampu melampaui batas-batas yang sering kali memisahkan negara dan masyarakat.Menurutnya, sejak awal ia yakin Iran akan tampil di Piala Dunia meski banyak pihak meragukannya. Keyakinan tersebut lahir dari pandangannya bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang terbuka bagi semua orang.Pesan itu seolah menegaskan kembali semangat yang ingin dibawa FIFA pada edisi kali ini: menjadikan Piala Dunia bukan hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga perayaan global yang menghadirkan harapan, persahabatan, dan rasa kebersamaan.Saat jutaan suporter mulai memenuhi stadion dan miliaran lainnya bersiap menyaksikan dari rumah, satu hal yang ingin ditunjukkan FIFA adalah bahwa selama 90 menit pertandingan berlangsung, dunia dapat berbagi emosi yang sama—bersorak, berharap, dan merayakan permainan yang dicintai bersama. (Ian)



Tinggalkan Balasan